Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengunjungi negara kedua dari agenda lawatannya di 5 negara Timur Tengah. Presiden Prabowo tiba di Ankara, Turki setelah sebelumnya mendatangi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan bertemu langsung dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed Bin Zayyed al Nahyan, Rabu (9/4).
Dalam salah satu rangkaian agenda kunjungannya di Ankara, Turki, Presiden Prabowo menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan seluruh Ketua Parlemen, anggota Parlemen Turki, beberapa tamu undangan diplomatic, serta diaspora Indonesia di Gedung Parlemen Turki, Kamis (10/4) .
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo sempat menyinggung soal carut marutnya kondisi global saat ini, terutama soal perdamaian. Masih banyak negara yang hengkang bahkan tutup mata atas pelanggaran HAM yang terjadi di Gaza. Ia menambahkan beberapa negara berpendapat itu bukan merupakan pelanggaran HAM.
“Banyak negara bicara tentang demokrasi, bicara tentang Hak Asasi manusia, tetapi pada saat anak–anak dibom, ibu – ibu tidak berdosa dibom, rakyat Gaza kehilangan kehidupan mereka, banyak negara diam pura-pura tidak tahu.” jelas Prabowo.
“Turki punya sikap yang tegas. Maka dari itu kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan dan kebenaran di dunia yang penuh ketidakpastian.” imbuhnya.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres, Yusuf Permana menjelaskan agenda lanjutan Presiden Prabowo setelah melangsungkan pidato kenegaraan ini. Presiden dijadwalkan akan bertolak ke Antalia, Turki untuk menghadiri sekaligus menjadi pembicara di Antalia Diplomasi Forum. Diplomasi Forum ini merupakan upaya untuk penyeimbang ditengah dunia yang terfragmentasi.
“Sekitar pukul 11 Waktu Ankara, Bapak Presiden akan bertolak ke Antalia. Beliau akan menghadiri Antali Diplomasi Forum tahun ini, ingin agar diplomasi menjadi upaya kekuatan penyeimbang ditengah dunia yang semakin terfragmentasi.“ jelas Yusuf.
