đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

Manfaatkan Limbah Plastik Melalui Ecobrick, Ciptakan Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Komunitas penggiat lingkungan yang ada di Jalan Mayjend Sungkono Gang Bulu 1, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun membuat Ecobrick dari limbah plastik. Alat yang dibutuhkan hanyalah botol plastik bekas, sampah plastik bersih yang telah digunting kecil-kecil, dan kayu penekan untuk memadatkan sampah dalam botol.

Standar yang digunakan dalam pembuatan Ecobrick adalah dengan memastikan bahwa botol terisi penuh dan padat dengan berat minimum mencapai sepertiga dari volume botol. Untuk botol berukuran 600 ml, berat Ecobrick yang dihasilkan harus mencapai 200 gram. Hasil Ecobrick dapat digunakan sebagai pondasi serbaguna yang ramah lingkungan dan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti kursi maupun meja.

Titik Roesmiati, penggiat lingkungan Proklim Wilayah Nambangan Lor mengatakan sebagai penggiat lingkungan ia sangat prihatin terhadap menumpuknya sampah terutama yang berbahan plastik. Sampah plastik masih menjadi masalah bersama yang belum juga dapat diselesaikan karena sifatnya yang tidak dapat terurai. Sehingga dari sinilah dirinya tergerak untuk mensosialisasikan cara mengurangi sampah plastik untuk didaur ulang melalui Ecobrick.

“Ecobrick ini tanpa mesin yang canggih hanya dengan alat bambu saja, kita sudah bisa menyelamatkan bumi dari pencemaran plastik,” tegas Titik.

“Dari sinilah program kami dan Kota Madiun itu sampai hari ini berjalan 4 tahun dan sudah mengedukasi masyarakat dan mereka sudah mulai banyak mengenal apa itu Ecobrick,” imbuhnya.

Dengan kegiatan pemanfaatan daur ulang sampah diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan yang bersumber dari sampah terutama yang berbahan plastik. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *