Dalam rangka meyebarkan informasi terkait program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi di berbagai daerah. Salah satunya yang digelar di SMK PGRI 2 Kecamatan Kota, Kediri, Senin (24/3/2025).
Selain anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, turut hadir anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Husnul Arif, Ketua YPLP PGRI Kota Kediri, Atrup, Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Kota Kediri, Ulul Mustagfirin, perwakilan Badan Gizi Nasional, Andi Charman, serta Kasub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri, Yuni Ulifa.
Yuni Ulifa, Kasub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri menyatakan jika di Kota Kediri 5 dari 100 anak mengalami stunting. Ia menambahkan jika program canangan presiden prabowo ini adalah untuk memberikan nutrisi tepat bagi perkembangan anak, sehingga di tahun 2045 Indonesia mampu menghasilkan generasi-generasi yang sehat, cerdas, dan bertumbuh optimal.
“Mungkin ada yang punya putra putri usia SD ?” Tanyanya kepada peserta sosialisasi.
“di Kota Kediri status gizinya anak–anak SD yang normal 7,6%, masih ada yang kurus 5,1 %, terus yang gemuk 9,5%. Jadi nanti makan bergizi gratis (MBG) ini mengangkat yang kurus dan sangat kurus sehingga gizinya kembali normal.“ ungkap Yuni Ulifa.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mengatakan bahwa membuka kesempatan bagi pihak swasta yang ingin bermitra dalam pendirian dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), sehingga ada bentuk kerja sama dari pihak pemerintah dan swasta.
“Ya, karena memang terbuka, dibuka secara umum ada kemitraan pihak swasta untuk bisa hadir. Karena kalau kita tergantung dengan APBN nggak mampu“ ungkap Nurhadi.
“dari BGN saja per kota/kabupaten seluruh Indonesia itu hanya 3, bayangkan kalau Kabupaten Kediri ada 203, kan kelamaan ya.“ imbuhnya. (And)
