đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

RSUD Dr Iskak jadi Lokasi Uji Coba Sistem Rujukan Baru, Kemenkes: Kemampuan RS jadi Dasar Pelayanan

TULUNGAGUNG | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai menguji coba sistem rujukan berbasis kemampuan pelayanan rumah sakit, di Kabupaten Tulungagung. RSUD Dr Iskak dipilih sebagai lokasi uji coba, karena dinilai memiliki kompetensi dan rekam jejak pelayanan yang baik. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya menjelaskan sistem rujukan selama ini lebih banyak mengacu pada jenjang rumah sakit mulai tipe C, B, hingga A.

Melalui sistem baru rujukan akan didasarkan pada kondisi klinis pasien, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan peralatan, dan kemampuan pelayanan rumah sakit. Dengan demikian pasien yang membutuhkan penanganan lanjut dapat langsung dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tanpa harus melewati jenjang rumah sakit tertentu.

Sistem ini disebut Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan atau RBKP dan saat ini Kemenkes bersama BPJS Kesehatan serta Kolegium Dokter Spesialis melakukan pemetaan kemampuan rumah sakit.

“Dapat saya sampaikan disini bahwa kita akan melaksanakan transformasi pelayanan kesehatan Indonesia. Dimana disini kita akan memperbaikki sistem rujukan menjadi sistem rujukan yang berbasis kompetensi, kemudian kita akan melakukan perubahan grouping penyakit dari Ina CBG s Menuju Ina Drg,” ucap Azhar Jaya

“Kemudian kita akan menetapkan rawat inap standar, dimana setiap ruangan maksimal 4 tempat tidur dan kamar mandi. Sistem ini akan memperbaikki pelayanan kepada masyarakat Indonesia, untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik pemerintah memutuskan untuk 4 kementerian kesehatan melakukan uji coba, bertempat di Kota Bandung, Kabupaten Tulungagung, Kota Makasar Dan Kabupaten Muaraenim,”imbuhnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyebut, Tulungagung dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk uji coba, termasuk tidak memiliki rumah sakit milik pemerintah provinsi maupun rumah sakit vertikal milik pemerintah pusat.

“Rumah sakit ini dipilih karena sangat tepat, kalau di Bandung, Jawa Barat dipilih karena disana ada RS Hasan Sadikin, dan di Tulungagung kebagian dikarenakan tidak ada rumah sakit provinsi dan tidak ada rumah sakit vertikal pusat,” ucapEmil Elestianto Dardak.

“Adanya rumah sakit kabupaten, tapi secara kompetensi RS Dr.Iskak sudah langganan juara, jadi dipilih untuk mencoba sistem baru ini,” lengkapnya.

Di RSUD Dr Iskak, kesiapan penerapan Kris saat ini mencapai 59 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 79 persen pada tahun depan. Melalui transformasi ini, Kemenkes menargetkan sistem rujukan dan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien. (ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *