NGANJUK – Potret ketimpangan pembangunan nampak di kawasan ujung Kabupaten Nganjuk tepatnya Dusun Kedungringin, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen harus bertahan hidup ditengah keterbatasan dan minimnya bantuan pemerintah.
Kondisi perekonomian warga yang jauh dari kata sejahtera, semakin diperparah oleh minimnya infrastruktur dasar. Fasilitas kebutuhan sanitasi yakni mandi, cuci, dan kakus atau MCK masih sangat minim, bahkan air bersih masih menjadi barang mewah bagi warga. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga tampak memprihatinkan dan belum tersentuh program bedah rumah.
​Ketimpangan pembangunan sangat terasa, ketika membandingkan dusun ini dengan Dusun Nampu, Kabupaten Jombang, yang hanya berjarak lima puluh meter. Perbedaaan kemajuan infrastruktur di perbatasan ini, membuat warga kedungringin merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah.
“Kalau bantuan, misalnya bantuan rumah layak huni tidak dapat, WC bantuan dari pemerintah juga tidak dapat,” ujar Sumarmi.
“Kita yang ga punya WC kalau musim hujan gini ya tetep ke sungai, kalau aliran sungai nya deras ya kita takut lah, apalagi kalau sudah usia tua seperti kita, mungkin takutnya jatuh kepleset lah, dan sebagainya,” imbuhnya.
“Jalan yang di hutan itu kita juga sudah berkali-kali memohon diteruskan jalannya, karena kan anak-anak sekolah lewatnya disitu, kalau musim hujan kan anak-anak sekolah jadi sulit sekali jalananya, tapi kita minta-minta dari dulu sampai sekarang ya tetep ga ada,” lanjutnya.
Sementara menurut Kepala Dusun Kedungringin, Akim Raharjo pihaknya mengakui ada proses pavingisasi jalan pada tahun 2017. Ia menambahkan bahwa setiap tahun terdapat pembangunan di jalur utama berupa cor beton, namun berproses karena terkendala anggaran. Ketika disinggung soal bantuan, pihaknya membernarkan belum masuknya berbagai bantuan mulai sanitasi hingga RTLH. Pihaknya akan terus berupaya mencari solusi.
“Di tahun 2017 udah mulai pembangunan, tiap tahun ada penambahan untuk cor ras beton itu di Jalan jurusan Kedungringin sampai Sumber Butak” ujar Akim Raharjo Kepala dusun Kedungringin.
“Untuk WC memang belum ada, upaya desa ya untuk selalu mengajukan untuk mendapat bantuan,” lanjutnya. (gnd)
