NGANJUK – Suaidi, 54 tahun, guru mata pelajaran geografi di Madrasah Aliyah Negeri 3 Nganjuk, dikabarkan meninggal dunia usai cekcok dengan muridnya. Kejadian bermula ketika Suaidi tengah buang air kecil, kemudian pintu toilet digedor-gedor dengan keras yang diduga dilakukan oleh 4 siswa. Merasa terganggu ia kemudian mencari siswa yang diketahui duduk dikelas sebelas berinisial F. Ketika hendak menegur F dengan menjewer telinganya, tangan Suaidi dipukul hingga hampir terjatuh, beruntung guru lain segera menolongnya.
Selang beberapa saat ketika hendak mengajar, ia merasa pusing, muntah – muntah, hingga tak sadarkan diri. Mengetahui kondisi tersebut, pihak sekolah membawanya menuju puskesmas terdekat, yang kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kediri. Setelah sempat di rawat, pada Sabtu (5/9), Suaidi dinyatakan meninggal dunia.
Mohammad ikwanus sofa, humas MAN 3 Nganjuk Mengatakan, sang guru dilarikan ke puskesmas pada Selasa (1/9). Tidak ada pengeroyokan saat kejadian. Menurut informasi dari keluarga, korban meninggal dunia karena hipertensi.
“Selama menggunakan toilet siswa, di waktu bersamaan ada siswa yang ingin menggunakan toilet, kemudian digedor-gedor satu anak, dua anak, tiga anak, mungkin sampai empat anak, nah yang terakhir ini gedornya itu mungkin lebih keras lagi, karena teman-temannya yang sebelumnya itu mau menggunakan tidak bisa, yang terakhir ini mungkin sudah kesabarannya atau mungkin kondisi perutnya sedang tidak baik, akhirnya menggedor dengan lebih keras,” ujar M. Ikwanus Sofa, Humas MAN 3 Nganjuk.
“Nah disitu mungkin si bapak ini mau menjewer atau bagaimana tapi si anak itu mengelak, akhirnya si bapak itu hampir jatuh dan ditolong oleh bapak/ibu guru dan siswa disekitarnya,” lanjutnya.
Pihak sekolah telah melaporkan ke Polsek Prambon dan Polres Nganjuk, untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. Sementara itu sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh petugas. (gnd)
