BLITAR – Kompetisi sepak bola kelompok umur 10 dan 12 tahun yang digelar Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(Askot PSSI) Kota Blitar kini memasuki babak delapan besar. Pertandingan lanjutan ini digelar pada masa libur sekolah di Stadion Soeprijadi Kota Blitar.
Pemilihan waktu liburan sekolah bukan tanpa alasan panitia berharap ajang ini mampu menjadi sarana positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang sekaligus mengasah kemampuan bermain sepak bola sejak usia dini.
Memasuki babak delapan besar tensi pertandingan semakin meningkat sistem gugur pun mulai diterapkan. Tim yang kalah dipastikan tersingkir sementara tim pemenang berhak melaju ke babak berikutnya.
“Kami melanjutkan dari babak penyisihan kemarin untuk usia 10 dan 12 tahun dan kebetulan ini babak 8 besar ini kita gelar dimasa liburan, salah satu tujuannya ya mengisi liburan itu,” jelas Susilo selaku pelaksana.
“Kalau dari sejak penyisihan ada 15 tim cuma dibabak 8 besar ini ada 8 tim masing-masing kelompok umur, dengan metode single match sehingga hanya sekali main, yang menang bisa melanjutkan ke babak selanjutnya,” imbuhnya.
Sementara itu para pelatih sekolah sepak bola menyambut baik gelaran kompetisi ini. Mereka menilai ajang ini sangat penting untuk menambah jam terbang dan mental bertanding para pemain muda.
“Seperti biasa dihari Selasa, Kamis, Jum’at, dan Minggu latihan itu sudah cukup, untuk kompetisi ini ada 15 tim dibagi menjadi 2 grup, ini masuk babak 8 besar system seleksi,” terang Bayu, Pelatih SSB Bima Putra Kota Blitar.
“Harapannya anak-anak dapat jam bermain lebih banyak dan dapat lebih berkembang di turnamen ini,”harapnya.
Askot PSSI Kota Blitar berharap melalui kompetisi berjenjang ini akan lahir talenta-talenta baru yang kelak mampu bersaing di level yang lebih tinggi sekaligus menjauhkan anak-anak dari aktivitas negatif selama masa liburan. (okt)
