🔴 LIVE Now Streaming: —

Serangan Hama Picu Penurunan Panen, Harga Cabai Melambung Hingga 100 Persen

NGANJUK – Lebih dari tiga pecan, ribuan tanaman cabai di Kabupaten Nganjuk terserang hama dan penyakit. Tak hanya cabai yang ditanam pada lahan sawah maupun kebun namun juga yang dibudidayakan menggunakan media tanam. Akibatnya produksi cabai di Kabupaten Nganjuk menurun yang mengakibatkan naiknya harga. Berdasarkan data di lapangan pada Kamis (4/12), tanaman cabai yang terserang hama atau penyakit tetap tumbuh dan berbuah. Namun buah bakal cabai berangsur kering dan rontok.

Seorang petani cabai di Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Pariyadi mengungkapkan bahwa sebelum terjadi serangan hama dan penyakit cabai yang dipanen dalam kondisi baik. Ia menerangkan bahwa dalam tiga pekan terakhir harga cabai dari tangan petani terus merangkak naik yakni dengan harga mulai Rp50 ribu  hingga tembus Rp80 ribu per kilogram.  Meskipun harga cabai tinggi namun hasil panen cabai yang layak dijual menurun drastic.

“Cabai ori Rp80 ribu, ada yang Rp65 ribu dan Rp50 ribu untuk hari ini, yang kemarin itu Rp28 ribu, yang kami tanam jeni cabai ori hingga lokal,” ungkap Paryadi.

Paryadi menambahkan bahwa sebelum terjadi serangan hama lalat buah dan patek dari 10 batang tanaman cabai dalam waktu enam hari mampu memetik sebanyka 250 gram. Namun setelah terjadi serangan hama cabai yang bisa dipetik kurang dari 100 gram.

Diharapkan dengan kondisi yang sulit ini pemerintah daerah dapat memperhatikan para petani sehingga mampu menghasilkan tanaman cabai yang lebih baik. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *