MADIUN – Menjelang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun terus memperkuat kesiapan pelayanan dan keselamatan. Salah satunya dilakukan melalui inspeksi lintas yang dipimpin Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan pada Rabu sore (3/12).
Kegiatan ini turut diikuti Jajaran Direksi dan Komisaris KAI, Perwakilan KNKT serta unsur Ditjen Perkeretaapian. rombongan yang tiba di Stasiun Madiun menggunakan kereta inspeksi disambut jajaran Management Daop 7 Madiun. Direksi KAI juga menyempatkan menyapa penumpang dan membagikan tumbler sebagai bentuk apresiasi karena telah memilih kereta api sebagai moda transportasi.
Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan menyampaikan bahwa inspeksi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh elemen operasional berada dalam kondisi prima menjelang lonjakan mobilitas masyarakat. Dodi menambahkan pada periode Nataru tahun ini, KAI menambah 54 perjalanan kereta api dengan jumlah kursi sebanyak 3,8 juta.
“Menjelang Nataru terus berjalan dengan baik, kami cek untuk jalur yang ada di utara maupun selatan, kami ingin memastikan apa yang sudah dilakukan teman-teman di Daop ini memang benar sudah selesai dan siap untuk melayani kegiatan Nataru,” jelas Dody.
“Khusus untuk persiapan Nataru kami menambahkan 54 KA sekitar 3,8 juta tempat duduk yang 1,5 juta diantaranya kami berikan diskon 30 persen ,” imbuhnya.
Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana, Heru Kuswanto memastikan bahwa sarana prasarana hingga layanan kereta api telah dipersiapkan menjelang periode Nataru. Selain itu fokus pengawasan pada titik rawan di tingkatkan dengan dukungan personel tambahan meliputi 30 petugas bantuan keamanan (kolaborasi TNI/Polri dan non-kewilayahan), 6 petugas dapsus, 19 Customer Service Mobile. Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Daop 7 telah memetakan dua Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) sebagai bentuk mitigasi risiko.
“Bagian dari mitigasi resiko kami melakukan pemetaan Daerah Pantauan Khusus (Dapsus), salah satunya kami melakukan penjagaan extra di titik-titik tertentu,” terang Heru.
“Untuk tahun ini kami telah menambahkan penjaga extra 1.198 orang bagi penjagaan perlintasan, tambahan, kemudian juga penjagaan Dapsus, pemeriksaan jalan extra selama masa Nataru,” tambahnya.
Diharapkan pelayanan angkutan kereta api selama masa Nataru mampu berjalan lancar dan mengutamakan keselamatan penumpang dan memberikan layanan transportasi aman, nyaman dan tepat waktu bagi masyarakat. (ari)
