MADIUN – Bertempat di aula Shelter Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun yakni di Jalan Srindit, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Mangunharjo, persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Madiun mengadakan pelatihan terapi kesehatan tradisional pada Rabu (5/10).
Peserta tunanetra tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan yang dipandu oleh instruktur berpengalaman. Pelatihan ini merupakan bentuk upaya pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra agar memiliki keterampilan di bidang terapi kesehatan tradisional.
Selain teori, peserta juga dibekali praktik langsung mengenai teknik pijat dan terapi refleksi. Kegiatan pelatihan ini mengambil tema pemanfaatan Akupresur Ruqyah dan herbal tradisional untuk perawatan kesehatan sistem reproduksi.
Ketua I DPC Pertuni Kota Madiun Nur Abidin mengatakan pelatihan terapi kesehatan tradisional selain menambah wawasan baru juga untuk meningkatkan kapasitas peserta tunanetra yang berprofesi sebagai pijat tradisional.
“Jadi selain untuk menambah wawasan baru untuk meningkatkan kapasitas teman-teman tunanetra yang bergerak diprofesi pijat tradisional karena mereka sebagai garda terdepan untuk kesehatan,” ungkap Nur Abidin.
“Jadi yang dipelajari ada akupresure yakni titik-titik vital pada manusia atau titik meridian yang mengindikasikan tentang permasalahan seksualitas, herbal dan ruqyah,”imbuhnya.
“Saya disini untuk menyampaikan materi vitalitas yang berhubungan dengan reproduksi, semua materi tersebut kami sampaikan untuk melatih para anggota Pertuni untuk bisa melakukan terapisnya khususnya pada kasus reproduksi,” ungkap Ratna.
“Antusias teman-teman sangat luar biasa, mampu mengikuti setiap materi yang saya sampaikan tadi, saya berharap teman-teman bisa menerapkan apa yang sudah saya sampaikan kepada para clientnya,” tambahnya.
Adanya pelatihan ini diharapkan pemerintah lebih mengedepankan para penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai terapis agar lebih berkembang dengan keilmuan. (ari)
