NGANJUK – Pasca robohnya atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 2 Jatigreges Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Jum’at lalu (24/10) siswa kelas II dan IV harus rela belajar di tenda BPBD yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Meski begitu banyak siswa mengaku panas dan berharap ruang kelas segera dilakukan perbaikan.
“Kami disini karena kelasnya roboh, kegiatan lebih nyaman dikelas karena disini panas banget, harapannya kami bisa kegiatan di kelas lagi,” ungkap Syakilla.
Sementara itu Kepala SD Negeri 2 Jatigreges Pujianto menyatakan bahwa akan melakukan berbagai upaya demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar siswa seperti penyediaan kipas angin. Ia menambahkan bahwa tak hanya kelas II dan IV saja yang terdampak. Kelas V dan VI juga harus menggunakan ruang kelas II dan teras mushola karena membutuhkan konsentrasi yang lebih besar. Jumlah keseluruhan siswa di SDN 2 Jatigreges berjumlah 48 siswa, dari jumlah tersebut yang belajar di tenda sebanyak 16 siswa dan di teras mushola 8 siswa.
“Ada 2 kelas yaitu kelas II dan IV, ada juga yang belajar di teras mushola yang dibuat layaknya ruangan yang ditempati kelas VI,” jelas Pujianto.
“Karena ini darurat sehingga pembelajaran harus terus berlangsung dan masih berjalan sehingga efek yang ditimbulkan seperti pembelajaran yang kurang nyaman bagi siswa nanti diupayakan,” imbuhnya.
Seperti diketahui atap ruang kelas IV SDN 2 Jatigreges roboh pada Jum’at pagi (24/10) lalu. Tidak ada korban jiwa karena saat itu siswa sedang melaksanakan Program Jum’at Bersih. (gnd)
