TULUNGAGUNG – Pameran Temporer Museum menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung. Namun ada satu kondisi yang menjadi catatan oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yakni ketidak hadiran beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan staff.
Bupati Gatut menegaskan pameran yang mengambil tema “Lintas Masa Peradaban Bangsa” tersebut sangat penting karena masuk dalam rangkaian Hari Jadi Tulungagung. Menurutnya kegiatan ini belum maksimal terlaksana karena ketidakhadiran camat bahkan OPD hanya sebagian kecil yang datang. Ini menjadi catatan bagi Pemkab Tulungagung sebagai bahan evaluasi kepada jajaran OPD dan juga staf. Ketika disinggung mengenai langkah evaluasi yang akan dilakukan bupati enggan menyebutkan namun ia meminta kepada media untuk dapat disampaikan kepada publik bahwa kejadian serupa tidak boleh diulang apapun alasannya.
“Komunitas Museum Lokal turut hadir untuk menyukseskan acara ini, sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar, tentunya agar bisa menginspirasi makanya kami juga mengundan siswa-siswi yang ada di Kabupaten Tulungagung ,”
“Meski acara ini setiap tahun resmi diadakan, namun ketidak hadiran pejabat yang diundang, OPD hanya sebagian kecil, dan kami akan melakukan evaluasi teman-teman OPD dan staff kami,”
Dalam pameran tersebut Bupati Gatut Sunu juga mengundang siswa-siswi yang ada di wilayahnya dengan tujuan agar cinta kepada budaya maupun sejarah di Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudiono mengatakan jumlah peserta pameran terdiri dari 10 instansi dengan rincian 5 dari luar Kabupaten Tulungagung dan 5 diantaranya dari komunitas lokal.
“Peserta total ada 10 yang 5 dari luar kabupaten, Museum Keraton Sumenep, Museum 10 November Surabaya, Museum Airlangga Kediri, Museum Sejarah Budaya Fib Unair dan Kedaton Wayang Jawa Tengah,” sebut Aris.
“Sisanya dari komunitas lokal yakni Tim Cagar Budaya, Museum Desa Tenggar, Mustika Antik Jaya Tulungagung, Komunitas Asta Gayatri dan Komunitas Aji Nyawiji Tulungagung,” imbuhnya. (ags)
