Presiden Prabowo Subianto melaksanakan pidato perdananya dalam Sidang Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gedung Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat pada Selasa (23/9).
Indonesia mendapatkan urutan ketiga setelah Presiden Brazil Lula Da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ada yang menarik dalam pidato Presiden Prabowo yang berdurasi 20 menit tersebut. Beberapa kali presiden menggebrak meja, menunjukkan ketegasan dan kegeraman terhadap krisis kemanusiaan diberbagai daerah yang terkadang luput dari perhatian.
Selain itu sejumlah hal disampaikan Presiden Prabowo, mulai dari penegasan dukungan terhadap (PBB), hingga dukungan Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di beberapa negara, salah satunya Palestina. Presiden menegaskan bahwa dukungan yang ia sampaikan tak hanya berupa ucapan, namun juga tindakan nyata dengan kesiapan mengerahkan sebanyak 20.000 anak bangsa, untuk turut membantu mengamankan perdamaian diwilayah tersebut. Tak hanya itu, Indonesia juga bersedia membantu secara finansial / untuk mendukung misi besar PBB dalam mencapai perdamaian.
“Indonesia saat ini merupakan salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ucap Prabowo. “Jika dan ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Majelis Agung ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra dan putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain. di Ukraina, di Sudan, di Libya, dimana pun perdamaian dibutuhkan,” jelasnya.
