NGANJUK – Ruas jalan antara Desa Katerban menuju Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk yang diperkirakan sejauh 2,5 kilometer dalam keadaan rusak seperti aspal yang mengelupas. Kondisi ini membuat warga resah lantaran jalan tersebut merupakan jalur mobilitas mereka setiap hari baik untuk distibusi hasil panen maupun jalan menuju dua lembaga sekolah. Selain jalan yang sudah lama tanpa perbaikan adanya kerikil kecil juga mengganggu. Tak jarang kerikil kecil yang terlindas ban kendaraan terpental hingga mengenai warga sekitar. Warga juga sering melakukan swadaya dalam bentuk tanah urug untuk pembenahan sementara agar bisa dilalui kendaraan.
Warga desa sekitar membenarkan bahwa meski sudah ganti kepala desa sebanyak empat kali realisasi perbaikan jalan yang rusak juga tak kunjung terlaksanan. Hal ini bisa memicu kekesalan warga masyarakat.
“Kondisi jalan seperti ini sudah lama, sejak awal di aspal hingga saat ini belum ada perbaikan ya mungkin 20 tahun sejauh 2.5 kilogram, jalan ini digunakan untuk pertanian yaitu mengangkut hasil panen,” jelas Imam Syahroni.
“Lengkukan jalan sudah dalam sehingga jika ada kendaraan lewat bisa amblas, jadi kami urug dengan tanah melalui swadaya,” imbuhnya.
Masyarakat berharap dengan adanya keluhan yang dirasakan puluhan tahun ini, pemerintah daerah segera ada tindakan perbaikan jalan. (gnd)
