BLITAR – Peralatan sensor GPS dan kegempaan Gunung Kelud yang terpasang di stasiun pemantau milik Badan Geologi di kawasan hutan lindung Perhutani Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar hilang.
Mulanya pada 7 Juli 2025 petugas menemukan alat sensor sudah tidak berfungsi diduga akibat tersambar petir. Sejak itu peralatan hanya berfungsi sebagai pemancar ke stasiun pagersari, Ngantang dan Malang.
Pada 15 Juli transmisi radio dari stasiun juga sudah tidak berfungsi sehingga stasiun pusat menginstruksikan untuk menunggu evaluasi sebelum alat dievakuasi. Namun rencana evaluasi yang dijadwalkan pada 16 Agustus batal dilakukan karena terkendala perizinan kunci gembok lokasi.
Hingga 8 September petugas baru bisa masuk dan mendapati pintu rumah alat sudah dalam kondisi terbuka. Sejumlah peralatan penting raib diantaranya 1 unit Logger GNSS Leica GR30, 6 Aki Panasonic, 1 Switch Hub Moxa, 1 sensor kegempaan, 1 panel solar hingga sejumlah kabel. Menurut laporan setelah dikalkulasi total kerugian ditaksir mencapai Rp 650 juta dan bukan Rp 1,5 milyar.
“Ini kejadiannya diketahui pada 8 September 2025 sekitar pukul 11.00 atau 12.00 WIB dimana saat dilakukan pengecekan pintu yang ada di pos sudah terbuka kemudian di cek di dalam, ditemukan beberapa alat sudah hilang,” ungkap IPDA Putut Siswahyudi.
Dengan hilangnya peralatan tersebut pemantauan aktivitas kegempaan dan gunung api di Gunung Kelud sementara terganggu. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak merusak atau mengambil peralatan pemantau karena sangat penting bagi keselamatan publik. (okt)
