NGANJUK – Menanggapi laporan rusaknya salah satu gedung di Sekolah Dasar Negeri Sambiroto 1 Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk akibat angin puting beliung, dinas pendidikan setempat turun langsung melakukan assesment serta mengambil tindakan berupa penangan jangka panjang maupun pendek. Akibat kejadian tersebut, proses mengajar di alihkan di rumah warga. Hal itu merupakan inisiasi warga sekitar yang merasa prihatin sehingga menawarkan ruang untuk proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto menjelaskan bahwa untuk jangka pendek pihaknya menggunakan sistem memakai aset bahan dari sekolahan lain, bekas pembangunan di tahun 2024 yang masih layak digunakan. Sedangkan secara jangka Panjang, pihaknya akan mengusulkan melakukan renovasi gedung untuk siswa dan guru.
“Ini nanti ada dua, yang pertama karena urgent jadi segera digunakan untuk kelas VI untuk pembelajaran jadi kami putuskan untuk jangka pendek terlebih dahulu,” ungkap Puguh.
“Kami upayakan untuk koordinasi dengan BPKAD kaitannya dengan aset dan dimungkinkan nanti ada bangunan sekolah lain yang mendapatkan program rehab dan masih dalam kondisi baik nanti akan dimanfaatkan untuk SDN Sambiroto 1,” jelasnya.
“Untuk jangka panjangnya kami akan mengajukan usulan untuk program revitalisasi 2025, jika tidak memungkinkan untuk ikut dana revitalisasi maka kami harapkan di Induk 2026 nanti bisa diusulkan,” imbuhnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk berharap pengusulan penambahan gedung dan renovasi bisa segera terealisasi, melihat kondisi sekolah yang minim ruangan serta terlalu dekat dengan jalan. (gnd)
