NGANJUK – Mastrip Language Center (MLC) Nganjuk resmi menutup program English Practice dan Talent Show peserta tahun 2025. Program pelatihan bahasa inggris ini digelar selama sepuluh hari dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Penutupan berlangsung meriah di Kampung Inggris MLC, Jalan Mastrip, Nganjuk pada Rabu (31/12).
Program liburan selama sepuluh hari ini diikuti oleh enam puluh peserta mulai dari pelajar hingga masyarakat umum dengan metode pembelajaran bahasa inggris yang dikemas secara fun dan interaktif.
Seluruh pengajar dalam program ini didatangkan langsung dari Kampung Inggris Pare, Kediri sehingga metode pembelajaran yang diterapkan sama dengan standar nasional Kampung Inggris.
Selain menampilkan hasil pembelajaran kegiatan penutupan juga dirangkai dengan talent show peserta sebagai bentuk apresiasi atas perkembangan kemampuan berbahasa inggris selama pelatihan.
“Kami merintis Kamung Inggris Nganjuk yang dinamakan Mastrip Language Center (MLC) Nganjuk yang diikuti oleh 60 peserta, dalam 10 hari anak-anak dilatih untuk belajar dengan fun menggunakan metode yang digunakan di Kampung Inggris Pare Kediri,” jelas Marjo.
“Sehingga selama 10 hari yang telah kami tutup ini, harapan kami nanti akan berlanjut menuju program-program selanjutnya setiap bulan,” imbuhnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Kedepan Mastrip Language Center berencana melanjutkan program pembelajaran bahasa inggris secara berkelanjutan dengan berbagai pilihan kelas baik reguler maupun akhir pecan.
Sementara itu, Direktur Basic English Education Center, Burhan mengharapkan bahwa langkah peserta tidak hanya berhenti setelah selesai mengikuti program ini. Menurutnya bahasa harus terus dilatih. Dengan tindak lanjut yang baik kemampuan mereka akan semakin berkembang.
“Alhamdulillah kami mengadakan program pertama kali sudah mendapatkan antusiasme yang luar biasa, kurang lebih ada 70 peserta yang terdiri dari 29 adalah guru-guru dari SDI Ulul Albab dan yang 31 merupakan siswa dan siswi dari Nganjuk, dan 10 diantaranya dari program malam,” jelas Burhan.
“Kami berharap mereka yang pernah belajar dengan kami, tidak hanya berhenti disini saja,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, MLC Nganjuk optimistis Kampung Inggris Nganjuk dapat menjadi pusat pembelajaran bahasa inggris yang mampu mencetak generasi berdaya saing global. (gnd)
