đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

Cuaca Buruk dan Ombak Tinggi hingga 3 Meter, Nelayan di Popoh Takut Melaut

TULUNGAGUNG – Cuaca buruk beberapa hari terakhir membuat nelayan Teluk Popoh, Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung enggan melaut. Mereka tak mau mengambil risiko dengan adanya ombak tinggi ditengah laut mencapai 3 hingga 4 meter.

Apalagi dengan adanya peristiwa terdamparnya kapal milik pelaut Pekalongan, Jawa Tengah hingga Tim Sar Gabungan bersama warga melakukan evakuasi kepada 27 ABK yang terjebak dalam kapal.

Kondisi cuaca buruk diungkapkan oleh nelayan Popoh, Sutari (45). Ia mengaku sudah beberapa hari tidak melaut karena cuaca buruk dengan angin kencang hingga adanya ombak setinggi 3 sampai 4 meter. Meski begitu menurutnya masih ada saja nelayan yang nekat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adanya cuaca buruk ini juga mempengaruhi hasil tangkapan sehingga jika terus menerus terjadi harga ikan di pasar dapat menanjak naik. Untuk saat ini jenis ikan tongkol kecil mencapai Rp 15 ribu, ikan tuna Rp 18 ribu per kilogram dan ikan layur menyentuh 35 hingga 40 ribu rupiah per kilogram.

“Tiga hari ini cuacanya agak buruk jadi nelayan-nelayan ini ada yang berangkat dan ada yang tidak soalnya angin ombak ditengah laut ini sekitar 3 hingga 4 meter,” ungkap Sutari.

“Kondisi ikan tidak pasti, kadang seminggu bagus kadang juga tidak,”imbuhnya.

Syahbandar Pelabuhan Popoh, Arif Wahyudi menerangkan cuaca buruk ini sudah mulai berlangsung sejak hari Senin (25/8) lalu, namun diperkirakan kembali normal pada Minggu (31/8) mendatang. Pihaknya sudah memberikan himbauan kepada nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu dalam beberapa hari kedepan.

“Cuaca buruk ini sudah mulai sejak hari Senin kemarin, diprediksi akan teduh mulai hari Minggu, kalau dari nelayan asli popoh sudah kami sampaikan bahwa cuaca buruk jadi kami beri himbauan untuk tidak melakukan kegiatan melaut,” papar Arif. (ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *