BLITAR – Ruangan gereja jemaat kristus indonesia (GJKI) Mahanaim Kota Blitar yang biasa dipergunakan untuk beribadah umat nasrani diubah menjadi tempat pemeriksaan kesehatan gratis. Nampak puluhan warga sekitar dan jemaat mengantri menunggu panggilan dari petugas. Mengajak jemaat dan warga sekitar gereja melakukan cek kesehatan mulai dari cek kolesterol, cek asam urat, cek gula darah hingga konsultasi kesehatan lainnya.
Dini Furniga ketua panitia menyatakan meski sempat vacum selama 2 tahun bakti sosial ini mulanya rutin diselenggarakan dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun. Ini merupakan komitmen untuk Indonesia lebih sehat dengan melayani masyarakat tanpa melihat asal suku, ras dan agama demi persatuan dalam kehidupan sosial.
“Ini kami adakan dalam rangka memperingati 17 Agustus maka kami juga akan berpartisipasi gereja mengadakan bakti sosial dalam bentuk Cek Kesehatan Gratis bagi jemaat dan warga sekitar,” ungkap Dini.
“Target kami ada 300 hingga 500 peserta, sebenarnya kami rutin melakukan ini Cuma 2 tahun sebelumnya sempat vacum,” tambahnya.
Vebe Chendanawati Gembala JKI Mahanaim Kota Blitar menyatakan bahwa gelaran ini merupakan bentuk kerinduannya untuk memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dengan wujud meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mendeteksi penyakit secara dini, mencegah komplikasi dan mengurangi beban finansial keluarga terkait biaya pengobatan.
“Kami sebagai pihak gereja rindu untuk berdampak bagi semua orang khusunya di Kota Blitar ini dengan apa yang bisa kami lakukan, dengan momen pemeriksaan gratis ini boleh menghargai perjuangan para pahlawan,” jelas Vebe.
“Kita harus mengisinya dengan semua yang terbaik untuk membangun Indonesia, itu yang menjadi kerinduan kami, gereja bukan sebagai sebuah ancaman tapi justru sebagai teman yang bergandeng tangan untuk mengisi kemerdekaan,” tambahnya.
Gereja Jemaat Kristus Indonesia Mahanaim Kota Blitar kerap mengadakan kegiatan sosial bagi masyarakat. Ini menunjukkan keberadaan gereja ditengah masyarakat yang tak hanya sebagai tempat ibadah melainkan tempat kerukunan dan persatuan tercipta.(okt)
