BLITAR – Beginilah kondisi tembok pembatas Taman Kehati Kota Blitar yang ambruk sejak bulan Mei lalu. Bangunan ini roboh akibat banjir yang menerjang kawasan tersebut. Bahkan saat kejadian, Walikota Blitar langsung meninjau lokasi dan menyatakan akan segera melakukan perbaikan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut pembangunan ulang.
Ketua RT setempat, Eko Pamuji menyampaikan dirinya banyak menerima keluhan dari warga tentang ambruknya dinding Taman Kehati. Ia bahkan sudah mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR Kota Blitar. Sayangnya jawaban yang diterima cukup mengecewakan. Pihak dinas menyebut perbaikan belum bisa dilakukan karena belum masuk dalam anggaran tahun ini.
“Kurang lebih 4 bulan kondisinya belum segera dibenahi oleh pihak terkait, ini saya rasa sangat mengurangi keindahan Taman Kehati,” terang Eko.
“Ya kami berharap agar pagar yang roboh ini bisa segera dibenahi, karena sebelumnya Walikota Blitar mengunjungi saat baru terjadi banjir waktu itu yang katanya akan segera diperbaiki tapi ternyata hingga sekarang juga belum ada tindakan,” imbuhnya.
Tidak hanya warga sekitar, para petanipun ikut merasakan dampaknya. Robohnya tembok membuat aliran irigasi terganggu sehingga lahan pertanian di sekitar lokasi sulit mendapat pasokan air dengan lancar.
“Yang jelas kami sebagai petani sangat kencana karena selama ini dari bulan Mei tidak ada penanganan sama sekali dari pemerintahan, kondisi ini sangat mengganggu terutama dalam hal irigasi,” jelas Agus.
“Kami berharap dari pemerintah segera memperbaiki lagi sehingga irigasi segera lancar,” tambahnya.
Hingga kini masyarakat masih menunggu kepastian dari Pemerintah Kota Blitar untuk perbaikan tembok taman yang rusak agar fungsi irigasi dan keamanan lingkungan bisa kembali normal. (okt)
