🔴 LIVE Now Streaming: —

Unik, Peserta Upacara Kenakan Pakaian Sehari-hari sebagai Simbol Kemerdekaan Milik Semua

BLITAR – Suasana taman kehati di wilayah Kelurahan Tanjungsari pada Minggu (17/8) terlihat berbeda. Puluhan warga RT 1 RW 2 kompak berkumpul mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Namun yang membuat menarik para peserta tidak memakai pakaian formal pada umumnya melainkan mengenakan pakaian bebas yang mencerminkan pekerjaan mereka sehari-hari.

Ada yang berpakaian seperti petani, pedagang, pekerja bangunan hingga ibu rumah tangga. Semuanya berdiri hikmat mengikuti rangkaian upacara.

Upacara bendera ini bukan untuk merendahkan nilai kemerdekaan namun justru menunjukkan  bahwa masyarakat biasa dari berbagai profesi juga bisa ikut serta merayakan kemerdekaan dengan merangkul semua kalangan.

Salah satu peserta upacara, Anis Effendi merasa senang dengan diadakannya upacara dengan konsep ini karena bisa membaur serta merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. 

“Luar biasa ini merupakan semangat baru dalam pelaksanaan perdana dilingkungan kami dan saya telah kembali ke masyarakan setelah melaksanakan tugas di SMA 4 Blitar,”ungkap Anis.

“Harapannya kita selaku warga Negara Indonesia untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita yang tentu pengorbanannya agar tidak sia-sia dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang berguna bagi seluruh bangsa,”imbuhnya.

Muhammad Muzamil, panitia pelaksana menyatakan bahwa ide ini lahir untuk memberi pesan bahwa kemerdekaan adalah milik semua orang dengan berbagai profesi.

“Kami bermaksud untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di lingkungan RT 1 dan RT 2 Kelurahan Tanjungsari yang dalam hal ini harus selalu dipupuk rasa nasionalisme dan kebersamaan,” ungkap Muhammad Muzamil.

“Kami suguhkan tampilan dengan apa adanya bahwa walaupun mereka merupakan masyarakat biasa masih punya kepeduliaan untuk melaksanakan upacara 17 Agustus,” terangnya.

Meski dengan penampilan yang tidak lazim layaknya upacara resmi seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hikmat dan penuh makna. Melalui kreativitas ini warga Tanjungsari ingin menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat ditumbuhkan tanpa harus melepaskan identitas kehidupan sehari-hari.(okt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *