🔴 LIVE Now Streaming: —

Potret Ketimpangan Sosial di Tengah Kota, Warga Nganjuk Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

NGANJUK – Rita, salah satu warga di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk tinggal dirumah yang tidak layak berukuran 7×7 meter dan tinggi kurang dari 3 meter beratapkan seng bekas dan genteng seadanya. Tak hanya itu dindingnya juga terbuat dari anyaman bambu. Rita mengaku jika hujan turun, air masuk kedalam rumah hingga tidak bisa ditempati untuk sementara. Inilah gambaran nyata sebuah ketimpangan sosial yang melanda negeri.

Ketua RT setempat, Darminto menyatakan bahwa 2 orang yang tinggal dalam rumah tersebut memiliki kondisi ekonomi yang pas-pas an. Menurutnya kondisi rumah yang tak layak huni tersebut sangat layak untuk diperbaiki. Mengingat kondisi bangunan yang terbuat dari anyaman bambu dan kayu sehingga jika dibiarkan akan terjadi pelapukan.

“Rumah ini ditempati 2 orang yang terdiri laki-laki dan perempuan, ya memang harusnya dibantu karena kondisi keadaan rumahnya dari bambu dan bisa dikatakan tidak layak huni apalagi ini ditengah kota,”

“Kemarin warga lingkungan ini juga sudah melakukan kerja bakti untuk memperbaiki genteng yang bocor, kondisi lantai yang masih berupa tanah jadi ketika hujan menjadi genangan,”

Kepala Kelurahan Payaman, Moch. Zaini menyatakan bahwa telah berupaya untuk melakukan langkah prosedural dengan mengajukan surat yang tertuju pada Dinas Perumahan dan Permukiman setempat, Baznas bahkan Lazismu dengan harapan agar segera ada tindak lanjut yang lebih baik. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa pihak telah melakukan dokumentasi akan tetap sejak tahun 2024 hingga saat ini belum ada tindak lanjut maupun kejelasan bantuan perbaikan.

“Dari hasil untuk tahun 2024 dari tim Lazismu sudah turun dan cek ke lapangan cuma hingga saat ini belum ada realisasi,” ungkap Moch. Zaini.

“Terkait dengan tahun 2025 kami sudah mengirim surat kepada Perkim, namun hingga saat ini juga masih belum ada realisasi,” jelasnya. “Kami berharap terkait dengan rumah tidak layak huni segera untuk dilakukan perbaikan sehingga bagi warga kami yang tidak mampu bisa menempati rumah selayak-layaknya,” harapnya. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *