🔴 LIVE Now Streaming: —

Harga Tomat Anjlok Jadi 4 Ribu Per Kg, Petani Mengeluh Tidak Sebanding dengan Biaya Tanam

NGANJUK – Lesunya daya beli masyarakat di Kabupaten Nganjuk pada kebutuhan sehari-hari berdampak pada penurunan harga sejumlah komoditi dari petani salah satunya tomat. Hal ini dirasakan sejumlah petani asal Dusun Ketangi, Desa Kampunbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk yang mengaku hasil panennya anjlok hingga 90%. Harga tertinggi tomat dari petani pernah mencapai angka Rp 25 ribu bahkan Rp 30 ribu perkilogram. Namun kini tengkulak membeli tomat dari petani hanya Rp 4 ribu perkilogram. 

Selain turunnya harga yang drastis petani juga masih dihadapkan dengan berbagai penyakit yang menyerang tanaman tomat mereka seperti krosok atau daun yang mengering, sehingga tak hanya pertumbuhan tomat menjadi kurang maksimal namun juga berpotensi mengalami pembengkakan biaya operasional.

Petani mengaku murahnya harga pada hasil panen tomat kali ini diduga adanya perekonomian masyarakat kurang stabil dan banyak kegiatan di bulan Agustus sehingga berdampak pada lesunya daya beli masyarakat.

“Harga yang dibanderol sekarang ini terbilang murah, padahal sebelumnya bisa sampai 20an ribu rupiah perkilogram,” ungkap Sumadi.

“Kendala yang saya rasakan sekarang terjadinya krosok atau daun tomat yang mengering juga ada serangan ulat sehingga kondisi ini sangat berpengaruh terhadap hasil panen,”imbuhnya.

Meski harga menurun drastis namun petani optimis akan ada langkah tepat untuk mengatasi situasi saat ini. Ketidak pastian harga hasil panen petani mengaku hanya dapat memaklumi. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *