đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

Semarakkan HUT RI ke-80, Bapak-bapak Adu Kreasi Olahan Minuman Herbal dari Madu Klanceng

BLITAR – Ada yang unik dengan perlombaan kemerdekaan yang diselenggarakan di Balai RT Kampung Bongares, Kelurahan Kepanjenlor, Kota Blitar ini. Jika umumnya lomba yang diusung seperti lomba balap kelereng, estafet tepung, panjat pinang dan lain sebagainya, justru warga Kampung Bongares menggelar lomba mengolah minuman herbal berbahan dasar Madu Klanceng Hutan.  

Madu Klanceng sebagai bahan utama dipadukan dengan tanaman herbal seperti kunyit, sere dan jahe. Setiap peserta diberikan batas waktu untuk mengolah minuman dengan kreasi dan cita rasa khas masing-masing. Peserta yang terdiri dari kalangan bapak-bapak ini membuat riuh suasana dan gelak tawa dengan beberapa aksi tak terduga. Minuman herbal kreasi peserta kemudian dinilai oleh para juri berdasarkan rasa, penampilan dan kreativitas. Tak hanya sebagai memeriahkan hari kemedekaan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan Madu Klanceng yakni produk unggulan Kampung Bongares. 

Galih Febrian salah satu peserta lomba menyatakan bahwa lomba ini tak hanya menghibur namun juga menyuguhkan minuman herbal yang kaya manfaat seperti meningkatkan imun tubuh, vitalitas dan peradangan.

“Olahan herbal dengan campuran Madu Klanceng, saya sering membuat ini dirumah tapi bedanya menggunakan madu biasa berhubung disini ada lomba sehingga saya sesuaikan menggunakan Madu Klanceng,” ungkap Galih.

Nastain, Ketua RT setempat menyatakan bahwa kedepannya hasil minuman herbal tersebut akan diproduksi. Selain dapat menikmati sensasi menghisap madu langsung dari sarangnya, pengunjung Kampung Bongares juga dapat merasakan nikmatnya minuman herbal serta produk-produk olahan dari Madu Lebah Klanceng. Nasta’in menambahkan juga akan menyediakan Media Log Madu Klanceng dengan harga Rp 3 juta per lognya.

“Kedepannya akan membuat minuman herbal yang berasal dari Madu Lebah Klanceng yang menjadi perlombaan tadi, dan saya juga menjual Log Kayu Lebah Klanceng dengan harga 3 juta rupiah, jika ada masyarakat yang ingin membeli bisa langsung kesini,” papar Nastain. (okt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *