đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

Dua Balita di Nganjuk Diduga Jadi Korban Kelalaian Petugas Posyandu saat Imunisasi

Dua balita di Nganjuk, Jawa Timur mengalami gangguan pada kaki sebelah kanan setelah melakukan imunisasi di Puskesmas Pembantu (Pustu) desa. Saat dikonfirmasi, salah satu orang tua balita menceritakan jika kejadian ini berlangsung pada Bulan Februari lalu saat balita melakukan imunisasi DPT 1. Ia menjelaskan jika saat itu anaknya menerima dua suntikan di sebelah kaki kanan dan kiri.  

Sebelum dilakukan imunisasi, balita yang baru berusia satu tahun tersebut tampak baik. Sesuai usianya, balita tersebut juga sudah bisa melangkahkan kaki selangkah dua langkah, kaki berfungsi normal, bahkan bisa berdiri secara mandiri. Setelah dua hari usai imunisasi terjadi perubahan kemampuan. Balita tersebut tak lagi bisa berjalan seperti sebelumnya, bahkan harus dibantu oleh orang tuanya. Ia juga tidak bisa berdiri secara mandiri lantaran kondisi kakinya yang lemah. Selain perubahan kemampuan, ukuran kaki kanannya mengecil. Jika dilihat dengan mata telanjang ukuran kaki kanan berbeda dengan kaki sebelah kiri.

Orang tua balita tersebut menjelaskan jika anaknya dalam kondisi demam dan flu saat dilakukan imunisasi. Dengan kejadian ini pihak keluarga berupaya untuk berobat di salah satu rumah sakit di Surabaya yang sebelumnya dirawat inap di salah satu rumah sakit daerah di Nganjuk. Dari hasil rekam medis rumah sakit Surabaya masih belum ada titik terang seperti yang diharapkan.

“Sebelumnya kondisinya sehat, anaknya ini sehat. Biasanya bisa jalan sekarang sudah tidak bisa, kakinya jadi lemah,” ungkap orang tuanya.

Kondisi ini tidak hanya memakan satu korban di daerah yang sama. Balita tersebut juga mengalami hal serupa setelah imunisasi BCG bahkan sempat melakukan prosedur operasi. Diduga hal ini terjadi lantaran kelalaian petugas medis di Pustu desa.

Saat dimintai keterangan, orang tua balita tersebut menyatakan jika anaknya mendapatkan dua suntikan lantaran suntikan yang pertama tidak berhasil. Setelah 4 bulan berlalu muncul benjolan kecil di bagian ketiak yang membesar dan memerah. Dengan kondisi ini, orang tua lantas melakukan konsultasi dokter anak namun dokter menyatakan jika hal itu merupakan salah satu efek samping imunisasi BCG yang jarang terjadi. Balita kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk kemudian dilakukan prosedur operasi.

“Saat imunisasi itu disuntik pertama katanya itu obatnya tidak masuk, terus disuntik lagi yang kedua sudah masuk obatnya. Selang empat bulan muncul benjolan kecil di ketiak dan semakin lama semakin besar,” jelas orang tua.

“Ketika tanya ke dokter anak, katanya memang efek dari imunisasi BCG tapi jarang, kemudian diminta untuk ke rumah sakit melakukan operasi,” imbuhnya. Hingga berita ini diturunkan, orang tua kedua korban belum mendapatkan upaya tindaklanjut dari Pustu desa tersebut. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *