Purwanto berhasil menyulap lahan belakang rumahnya menjadi sumber pendapatan yang luar biasa. Dengan kerja keras dan ketekunan, Purwanto mampu meraup omzet jutaan rupiah per hari dari usaha ternak jangkrik yang ia kelola.
Usaha peternakan jangkrik yang ditekuni, Purwanto mampu menghasilkan panen setiap hari tanpa libur. Dalam kurun waktu 35 hari masa panen, Purwanto dapat menjual sekitar lima kotak jangkrik per hari dengan harga 3 jutaan rupiah/kotak. Harga jual jangkrik saat ini berkisar 50 ribu rupiah/kilogram.
Sebelumnya, Purwanto bekerja sebagai pengepul dan sopir pengantar jangkrik antar kota. Setelah mendapatkan pengalaman ia memutuskan untuk beternak jangkrik sendiri dan berhasil meraih omzet jutaan rupiah per hari.
“Dulu saya ingin beternak sendiri di rumah tapi modalnya belum ada, cuma bisa 3 kota. Awal mula semakin bertambah hingga sekarang omzet mencapai kurang lebih 100 juta rupiah, masa panen sekitar 35 hingga 40 hari, ” jelas Purwanto.
Omzet yang diraih setiap harinya kini mencapai 8 sampai 10 juta. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari mana saja, bahkan dari serangga kecil seperti jangkrik. Dengan usahanya ini, Purwanto tidak hanya meningkatkan perekonomiannya tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian daerahnya. (okt)
