Jembatan akses masyarakat di Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk dalam keadaan sangat memprihatinkan. Terlihat dari kondisi bangunan yang roboh sehingga tidak bisa digunakan.
Jembatan Desa Senjayan menghubungkan perkampungan menuju pusat perekonomian yakni Pasar Desa Karangsemi. Sehingga dengan adanya jembatan, masyarakat terbantu lantaran jalan yang dilewati lebih dekat. Jika jembatan rusak, masyarakat sekitar akan berputar terlalu jauh hanya untuk ke pasar. Selain menghambat akses perekonomian warga, akses untuk menuju fasilitas pendidikan juga terganggu. Warga sangat menyayangkan lambatnya penangan jembatan tersebut.
Kustiono, salah satu warga menyatakan jika jembatan sudah rusak sejak empat bulan yang lalu lantaran terimbas derasnya luapan air ketika hujan. Ia menambahkan jika jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju ke pusat perekonomian paling cepat sehingga warga berharap segera ada penanganan.
“Menghubungkan antara Pasar Karangsemi dan Desa Senjayan, sehingga (jika jembatan rusak) harus lewat memutar,” jelas Kustiono.
“Belum ada setahun, baru 4 bulan. Ya musim hujan kemarin meluap air dari utara,” imbuhnya.
Sumarji, Kepala Desa Senjayan menyatakan jika pihaknya sudah berulang kali membuat laporan ke beberapa pihak dinas terkait, diantaranya dinas PUPR, BPBD Kabupaten Nganjuk, hingga ke Bupati Nganjuk. Namun, masih belum ada jawaban sehingga kepala desa hanya bisa menunggu. Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya agar jembatan segera dibenahi.
Sumarji menambahkan, jika saja desa memiliki anggaran untuk membangun jembatan tersebut maka pihaknya tidak perlu melaporkan hal ini kepada beberapa kedinasan terkait bahkan kepada bupati. Sebagai upaya untuk menyerap aspirasi warganya, kepala desa secara pribadi membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu meski hanya dapat dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
“Spontanitas dengan adanya suatu musibah kami langsung menyampaikan kepada bupati, BPBD, PUPR dan yang lain-lain, tapi sampai sekarang belum ada uluran bantuan,” papar Sumarji.
“Dari pada lumpuh, kita ada solusi, kita rapatkan dengan perangkat serta masyarakat dan setuju jika dibangun jembatan darurat dari susunan bambu, walau hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” terangnya.
Pihak pemerintah desa berharap agar Pemerintah Kabupaten Nganjuk segera turun tangan menindak lanjuti laporan tersebut sehingga mobilitas perekonomian warga sekitar dapat berjalan normal kembali. (gnd)
