Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi pembicara di Antalya Diplomacy Forum (ADF) Antalya Turki, Jumat (11/4) dalam agenda lawatannya ke Turki, setelah dihari sebelumnya Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan di Istana Parlemen Turki dihadapan seluruh Ketua Parlemen, Anggota Parlemen Turki, beberapa tamu undangan diplomatik serta Diaspora Indonesia, Kamis (10/4).
Dalam pembahasannya, Presiden Prabowo menyampaikan kritikan terhadap inkonsistensi beberapa negara besar yang telah mengajarkan berbagai nilai demokrasi dan HAM di negara berkembang. Justru negara-negara inilah yang diam saat menyaksikan penyerangan di wilayah konflik dan pelanggaran HAM berat yang terjadi secara terang-terangan.
“Situasi di Gaza sebetulnya mengajarkan pada dunia bahwa banyak negara beradidaya yang memiliki kekuatan besar tapi saat ini di mata global telah gagal.“ ujar Prabowo.
“Beberapa negara barat datang ke Indonesia dan datang pada kami selalu mengajarkan anda harus melakukan ini dan itu, anda kurang baik dalam Hak Asasi Manusia, anda tidak demokratis. Selalu datang dan mengajarkan dan kami selalu mengikuti mereka.” imbuhnya.
“Dan sekarang kita lihat, anda datang dan mengajarkan kepada kami soal HAM, tetapi ketika melihat pelanggaran HAM berat terjadi dan selalu diperlihatkan setiap saat dan setiap waktu di televisi beberapa negara yang telah mengajarkan kami, mereka diam.” beber Prabowo
Dari Turki Presiden Prabowo akan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-thani dan Raja Yordania, Abdullah II.
