MADIUN | Suasana haru menyelimuti Masjid Besar Baitul Muttaqin, Kantor Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. jenazah Taruno Hidayat, korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, tiba pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 10.55 WIB. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga yang telah menanti kepulangan almarhum. Taruno merupakan salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Berdasarkan keterangan keluarga, Taruno bersama adiknya, Tihwin Nuryanto, berangkat dari madiun pada Kamis sore (10/9).
Keduanya berencana mengantarkan muatan sayur ke Kalimantan menggunakan mobil pikap. Keberangkatan ini dilakukan setelah keduanya mendapat ajakan dari warga Desa Morang, Kecamatan Kare yang menetap di Palangkaraya untuk menjalankan usaha penjualan sayur dari Jawa ke Kalimantan. Setelah ditemukan, jenazah Taruno kemudian menjalani proses identifikasi oleh tim DVI. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sejumlah ciri termasuk pakaian dan keterangan dari pihak keluarga. Setelah dinyatakan teridentifikasi sebagai Taruno Hidayat, jenazah diterbangkan dari Banjarmasin pada Sabtu pagi (26/9). Jenazah kemudian tiba di Surabaya sekitar pukul 07.00 WIB sebelum dibawa ke kampung halaman di Kabupaten Madiun.
“Informasi penemuan jenazah itu kemarin, harusnya kami kirimkan jenazah kemarin (Jum’at,25/9) tetapi kami masih kordinasi untuk memastikan ini jenazah alm.Taruno Hidayat. Dari pakaian dan keterangan dari keluarga akhirnya dikeluarkanlah keterangan dari Notam DVI bahwa jenazah tersebut alm. Taruno Hidayat” ucap Gian Ery Pramulya
Sementara itu, duka keluarga belum sepenuhnya berakhir. Adik Taruno, Tihwin Nuryanto, hingga kini masih dalam pencarian tim SAR. Pencarian Tihwin terus dilakukan termasuk di bagian dalam kapal. Namun kondisi dan posisi ruangan kapal yang menjadi lokasi pencarian membuat proses evakuasi dan pencarian memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tim SAR khusus masih berupaya menyisir bagian kapal untuk menemukan keberadaan Tihwin Nuryanto.
“Alm. bapak Taruno orang baik, sama teman akrab, ramah juga banyak memberi nasehat-nasehat kepada kita yang masih muda, orangnya juga suka membantu.” kenang Afif Izzudin. (ari)
