MADIUN | Suara mesin jahit yang terdengar dari tepi Jalan Sri Langka depan Lapangan Kanigoro, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun menjadi penanda hadirnya jasa vermak keliling milik Supeno. Dengan mesin jahit yang dipasang di atas sepeda motor ia melayani berbagai kebutuhan perbaikan pakaian seperti memendekkan celana, mengecilkan baju, mengganti resleting yang rusak, hingga menjahit pakaian sobek. Seluruh proses dikerjakan langsung di lokasi sehingga pelanggan dapat menunggu hasilnya dalam waktu singkat.
Jasa vermak keliling ini menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan pelayanan yang praktis, cepat, dan berbiaya terjangkau. Ketelitian serta pengalaman Supeno turut menjaga kepercayaan pelanggan. Salah seorang pelanggan, Rimba Yudha mengaku puas karena hasil jahitan rapi, tarif yang terjangkau, serta pengerjaan yang dapat ditunggu tanpa harus kembali untuk mengambil pakaian.
“Lebih praktis, ga perlu ditinggal-tinggal, dan saya merasa terbantu karena dari hargapun juga terjangkau, lebih murah dan jahit keliling ini kan bisa ditelfon,” ujar Rimba.
“Saya vermak 2 pakaian yang satu ganti resleting yang satunya motong,” lanjutnya.
Di usia 69 tahun Supeno telah bertahun-tahun menekuni profesi sebagai penjahit vermak keliling. Dengan bermodalkan sepeda motor dan mesin jahit, dalam sehari ia rata-rata melayani tiga hingga lima pelanggan dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari. Bagi Supeno pekerjaan tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga wujud pengabdian melalui keahlian yang dimilikinya.
“Ga nentu, soalnya ongkosnya ga nentu, tergantung kesulitan vermaknya. Biasanya sehari kadang-kadang dapat tiga, empat, lima. Kalau ini tadi baru dapat satu, kalau rata-rata pendapatan sehari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” kata Supeno.
“Jam 1 jam 2 udah pulang,” ujarnya. (ari)
