Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Kompleks Parlemen ,Jjakarta dengan berbagai pembahasan. Salah satunya soal evaluasi program penurunan stunting, termasuk efektivitas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di tahun 2025.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Kepala BKKBN, Wihaji menyebutkan per 28 April 2025, Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) telah menjangkau sebanyak 141.382 anak asuh dengan 20.396 ribu orang tua asuh. Meski begitu menurut data masih banyak ditemukan daerah yang belum menerapkan ataupun membentuk Tim Pengendali Genting, salah satunya di Jawa Timur.
Anggota komisi IX DPR RI Dapil Jawa Timur VI, Nurhadi menyoroti lambannya pembentukan Tim Pengendali Genting di Jawa Timur. Dari 38 Kota/Kabupaten hanya 14 daerah yang terbentuk tim, sehingga keseriusan pemimpin daerah dalam penurunan stunting perlu dipertanyakan. Ia menekankan pemerintah agar tak hanya fokus pada pendataan saja namun juga dengan tindakan nyata untuk menyidak daerah yang tidak segera menerapkan Program Genting.
“Saya ingin menyoroti lambannya pembentukan Tim Pengendali Genting di Jawa Timur. Dari pemaparan tadi, dari 38 (Kab/Kota di Jawa Timur) baru 14 yang membentuk tim. Artinya ada 34 Daerah wilayah Jawa Timur belum aktif,” jelas Nurhadi.
“Saya meminta dengan tegas kepada Menteri beserta jajaran, bagaimana langkah strategis yang diambil berupa langkah administratif atau semacam ada reward dan punishment apabila ditemui derah – daerah yang abai,” tandasnya.
Untuk diketahui Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi telah melakukan langkah konkrit dalam pengentasan stunting melalui reses di wilayah Dapil Jawa Timur VI meliputi wilayah Blitar, Kediri, dan Tulungagung. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi dengan menggandeng Badan Gizi Nasional. Dalam sosialisasi tersebut, Nurhadi memaparkan tentang gizi seimbang yang wajib diterapkan oleh seluruh keluarga Indonesia.
