BLITAR – Upaya pemerintah dalam mempercepat realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Salah satunya melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seperti di Kota Blitar yang baru meresmikan SPPG sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat capaian target program makan bergizi gratis bagi kelompok rentan meliputi anak sekolah, lansia, ibu hamil serta anak terlantar.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar diresmikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Kota Blitar telah memiliki sebanyak 15 SPPG yang sudah beroperasi. Kedepan jumlah tersebut akan terus ditambah dengan target 30 SPPG. Penambahan ini dilakukan guna memastikan seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlayani secara merata.
“Dari BGN sekitar 30 SPPG yang diperuntukkan untuk Kota Blitar dan kami juga menyisir penerima manfaat yang belum menerima karena nanti kemungkinan aka nada perkembangan PKM ibu hamil dan anak terlantar,” jelas Elim.
Secara nasional hingga akhir tahun 2025 total SPPG yang telah terbangun di seluruh Indonesia mencapai 19.100 unit dengan jumlah penerima manfaat mencapai 55 juta jiwa. Pembangunan SPPG akan terus dilakukan hingga mencapai target seratus persen. Ditargetkan seluruh pembangunan SPPG di Indonesia selesai pada akhir April 2026 dan pada awal bulan Mei seluruh penerima manfaat program MBG sudah dapat merasakan manfaatnya secara menyeluruh.
“Beberapa penerima manfaat yang beberapa belum terdaftar baik itu di Dapodik, Kementerian Agama maupun di Posyandu, dan dari pengalaman, banyak yang masih belum dapat sehingga kami meminta kepada ibu Wakil Wali Kota untuk memastikan tidak ada anak berusia dibawah usia 15 tahun yang tidak menerima,” ungkap Dadan.
“Sejak semalam ada 19.069 dan mungkin masih akan bertambah hari ini,” imbuhnya.
Dengan terus ditambahkannya jumlah SPPG diharapkan program MBG mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan masalah kesehatan lainnya. (okt)
