🔴 LIVE Now Streaming: —

Kapolda Jatim Sebut Pendataan Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Dibagi 3 Klaster

SURABAYA – Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Jatim terus bekerja keras untuk melakukan identifikasi terhadap total 5 jenazah yang tiba di Posko Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim Jumat sore (3/10).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan dari pendataan terakhir serta data posko yang ada di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Pihaknya memutuskan untuk membagi proses identifikasi menjadi 3 klaster. Diantaranya klaster santri, klaster pengurus pondok pesantren dan klaster pekerja bangunan yang diindikasikan menjadi korban dalam tragedi tersebut.

“Perkembangan yang kami lihat dari pendataan penghuni disana yang kemudian dimasukkan datanya dibagi menjadi 3 klaster yang terdiri dari santri, pengurus pesantren dan pekerja bangunan,” ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

“Data itu kami kumpulkan baru nama santri-santri dengan pengurus, dari proses ini kami belum bisa mengetahui siapa pekerjanya ini karena kami lagi mencari kepala pimpronya,” jelas Nanang.

“Dalam proses itu pada tahapan diawal itu adalah mengutamakan pertolongan kepada korban sembari melakukan pendataan,” tambahnya.

Lebih lanjut Kapolda Jatim berharap seluruh proses evakuasi korban berjalan dengan lancar sehingga pihak tim gabungan segera menemukan seluruh korban dan proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI Posko Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim juga bisa selesai sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (krn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *