BLITAR – Dalam rangka Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas ke-70, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur menggandeng pengajian rutin Majelis Ta’lim Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar pada Kamis malam (18/9) dengan mengedukasi keselamatan berlalu lintas.
Tak seperti biasanya ribuan jemaah tak hanya mengikuti kajian namun juga menerima edukasi yang merupakan bagian dari program “Polantas Menyapa Masyarakat” sekaligus mempererat silaturahmi dengan ulama. Edukasi yang disampaikan mencakup etika berkendara, faktor penyebab kecelakaan, hingga peran masyarakat menjaga keamanan jalan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, AKBP Doni Prakoso menyampaikan bahwa kekuatan besar provinsi ada pada para santri dan jemaah majelis. Inilah yang menjadi alasan dilakukan kegiatan edukasi lalu lintas tersebut. Dengan sowan kepada Gus Iqdam ia mohon doa sekaligus dukungan agar kampanye keselamatan berlalu lintas bisa sampai ke masyarakat dan polantas kedepan dapat bekerja lebih pofesional dan modern.
“Bahwasannya di Jawa Timur ini kekuatan terbesar adalah santri sehingga kami harap dengan melakukan pendekatan dan kerja sama bantuan dari ulama dapat mengkampanyekan keselamatan lalu lintas dan dengan do’a yang terpancar Polantas dapat lebih professional dan modern,” papar AKBP Doni Prakoso.
Pendiri Majelis Sabilu Taubah, Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam mengapresiasi langkah Polda Jawa Timur yang melakukan pendekatan kepada santri dan jamaah majlis ta’lim. Ia berharap dengan langkah semacam ini dapat menurunkan tingkat kecelakaan terutama di Jawa Timur.
“Jadi pendekatan Dirlantas ke beberapa pesantren ini luar biasa, semoga dapat menginspirasi dan mengedukasi adik-adik kita atau jamaah majlis ta’lim karena yang paling aktif dijalan salah satunya ya mereka,” jelas Gus Iqdam.
“Semoga Polantas terus sukses, jaya dan semoga tingkat kecelakaan di Indonesia semakin menurun,”tambahnya.
Majelis Ta’lim Sabilu Taubah setiap pekan mengadakan kajian yang dihadiri hingga 10.000 jemaah. Dengan melibatkan tokoh agama, Ditlantas Polda Jatim berharap kesadaran berlalu lintas bisa tumbuh secara alami tanpa harus mengedepankan penegakan hukum. (okt)
