JAKARTA – Aksi demonstrasi di penghujung bulan Agustus tampak semakin mengkhawatirkan. Peningkatan gaji dan tunjangan wakil rakyat statement beberapa anggota DPR sekaligus publik figur yang merendahkan ditengah kondisi perekonomian yang semakin kisut disebut sebagai pemicu amarah masyarakat Indonesia. Perusakan fasilitas umum pembakaran gedung-gedung instansi bahkan kantor pemerintah daerah hingga penjarahan terjadi di beberapa titik di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut Partai NasDem menonaktifkan 2 anggotanya yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach per Senin (01/9) karena dianggap mencederai perasaan rakyat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Hermawi Taslim. Dalam surat yang ditanda tangani oleh Ketua Partai Nasdem Surya Paloh tersebut juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dan menjadi kekuatan partai untuk menentukan kebijakan. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang menjadi korban dalam kerusuhan.
“Anggota DPR RI dari Partai Nasdem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, bahwa atas pertimbangan hal-hal tersebut diatas izin DPP Partai Nasdem menyatakan terhitung sejak Senin, 1 September 2025 DPP Partai Nasdem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem,” jelas Hermawi Taslim.
