BLITAR – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas untuk mengenalkan penggunaan alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah tangga (PKRT) yang diselenggarakan di Balai Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Jum’at (29/8). Selain dari Kementerian Kesehatan RI, juga perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blitar. Selain penyampaian materi masyarakat yang terdiri dari berbagai usia juga mengikuti senam bersama.
Dalam materinya Ahadi Wahyu Hidayat, Ketua Tim Pengawasan Produk Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia menyatakan bahwa pola hidup tidak sehat masih sering ditemukan dalam kebiasaan masyarakat Indonesia. Seperti halnya pembiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas perlu diterapkan untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan sejahtera.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas, kegiatan yang melibatkan seluruh pihak terkait seperti masyarakat, tokoh agama, pemerintah pusat maupun daerah termasuk mitra DPR RI,” jelas Ahadi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyatakan bahwa sosialisasi ini penting dilakukan untuk menanamkan kepada masyarakat bahwa mencegah lebih penting dari pada mengobati. Ia menambahkan bahwa klaim BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mengalami defisit sekitar Rp 9 triliun. Menurutnya ini merupakan indikasi peningkatan masyarakat Indonesia yang sakit.
“Alhamdulillah hari ini kami laksanakan di Balai Desa Serbaguna Desa Ngoran Kecamatan Ngelog Kabupaten Blitar, saya bersama dengan Kemenkes RI mengadakan kegiatan Germas yang mana ini sangat penting untuk kita gencarkan untuk melakukan program pencegahan,” jelas Nurhadi.
“BPJS Kesehatan tahun 2024 kemarin mengalami defisit sekitar 9 triliun lebih yang artinya klaim dari seluruh rumah sakit setelah dibayar BPJS dibandingkan dengan iuran yang masuk masih minus, sehingga tingkat orang sakit masyarakat Indonesia semakin naik,” tambahnya.
