🔴 LIVE Now Streaming: —

Melihat Usaha Opak Gambir Rumahan, Ciptakan Lapangan Kerja Tingkatkan Ekonomi Desa

KEDIRI – Triani, warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri telah 10 tahun menekuni usaha camilan lezat yang kerap ditemukan sebagai pelengkap souvenir pernikahan atau dalam suguhan saat Hari Raya Idul Fitri. Yakni opak gambir. Pembuatan camilan ini cukup singkat namun harus dikerjakan dengan teliti. Adonan opak gampir dituang di atas alat khusus yang sudah dipanaskan sebelumnya, kemudian ditutup dan dirapatkan hingga adonan menjadi pipih. Setelah matang adonan digulung dan siap disajikan. Dalam pengolahannya, Triani dibantu oleh 6 karyawannya.

Triani menyatakan bahwa pesanan opak gambir sangat ramai ketika musim hajatan pernikahan bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tidak selalu banyak permintaan ia mengaku dalam momen tertentu permintaan juga mengalami penurunan seperti saat musim masuk sekolah yang alami penurunan hingga 40 %. Ia menambahkan bahwa selain dari dalam provinsi, pelanggannya juga berasal dari beberapa kota diluar Jawa Timur. 

Selain opak gambir, Triani juga memproduksi 4 jenis camilan lain yakni krupuk matari, slondoh,  sargon dan rengginang. Setiap harinya, Triani rutin memproduksi kisaran 50 kilo untuk stok pasar. Selain didistribusikan di beberapa kios ia juga telah memilki reseler. Bahkan opak gambir produksinya masuk juga disalah satu toko modern yang ada di Kecamatan Grogol – Kabupaten Kediri.

“Karyawan sementara 5 tapi nanti akan kami tambah ketika sebelum puasa Ramadhan, jadi 2 sebelum itu biasanya kami akan menambah karyawan,” ungkap Triani.

“Penjualan sementara saya dan suami sama-sama memasarkan selain itu juga ada reseller, kami pasarkan tidak terlalu jauh hanya lokal saja seperti Surabaya, Jombang, soalnya kalau pas ramai apalagi pas musim hajatan, akan kesusahan,” imbuhnya.

Untuk harga opak gambir produksi Triani dibanderol mulai Rp 6.000 untuk kemasan kecil dan Rp 60.000 / kg. Meski mengalami penjualan yang tak pasti, Triyani berharap usahanya ini terus berkembang. Tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan namun juga memberikan kesejahteraan kepada warga sekitar sehingga dapat meningkatkan ekonomi desa. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *