🔴 LIVE Now Streaming: —

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Madiun Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

MADIUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menghadirkan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong di area branggang sebagai pusat pertanian terpadu atau integrated farming.

Dengan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi, panjang 330 meter dan lebar 15 meter ini dikelola secara produktif oleh warga binaan dengan pengawasan ketat. Berbagai komoditas pertanian dan perikanan dibudidayakan secara terintegrasi mulai dari sayuran hingga kolam ikan untuk mendukung kebutuhan dapur internal lapas.

Meski hasil panen masih sebatas untuk konsumsi internal, program ini menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Kelas I Madiun dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Pertama penanaman ini sudah di instruksikan oleh menteri dan dirjen agar lapas-lapas seluruh Indonesia termasuk Lapas Kelas I Madiun dapat melaksanakan penanaman ini. Kebetulan sekali ditempat kami memilki lahan yang cukup luas di area Branggang seluas 300 meter persegi,” papar Andi Wijaya, Kepala Lapas Kelas I Madiun.

“Sejak bulan Januari-Februari mulai menanam dan Alhamdulillah telah menghasilkan panen yang cukup bagus, seperti tanaman kacang panjang, terong, edamame, ubi jalar dan sekaligus kolam lele,” jelas Andi.

“Kami juga memperhatikan faktor keamanan jadi mereka-mereka warga binaan yang bekerja disana sudah melalui proses TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan), maka dari itu kami beranikan untuk program ketahanan pangan itu,” imbuhnya.

Kedepannya integrated farming ini ditargetkan menjadi sumber utama suplai bahan pangan dapur lapas. Pemantauan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan sesuai arahan pemerintah pusat. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *