🔴 LIVE Now Streaming: —

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Madiun Gelar Workshop Kurikulum SD-SMP

MADIUN – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026 Dinas Pendidikan Kota Madiun menggelar kegiatan workshop penyusunan kurikulum jenjang SD-SMP yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Madiun.

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Madiun sebagai narasumber serta diikuti 182 peserta dari kepala sekolah dan guru jenjang SD-SMP. Kegiatan workshop penyusunan kurikulum ini mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Pembelajaran Mendalam”.

Hadirnya guru dan kepala sekolah sebagai peserta bertujuan agar masing-masing memiliki gambaran yang jelas tentang kurikulum melalui koding kecerdasan artifisial serta cara menyusunnya. Hal ini penting untuk kemajuan pendidikan dan seluruh tenaga pendidik di Kota Madiun sehingga bisa menerapkannya secara optimal.

Adanya workshop ini diharapkan para peserta mampu menyelaraskan arah kebijakan kurikulum dengan perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan, meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial yang adaptif dan kontekstual, serta mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna membangun karakter siswa yang kritis , kreatif dan problem solving.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan bahwa penguatan budaya lokal sejak dini sangat penting sebagai proses pembentukan karakter siswa.

“Indikator mendunia itu salah satunya kita harus pandai beberapa bahasa, namun karakter kita sebagai Indonesia tidak boleh ditinggalkan, tapi khusus bahasa asing itu harus ada didalam kegiatan,” ungkap Maidi.

“Karena bahasa asing kita pegang maka dunia akan kita kuasai. Ketika kita mencoba sebuah perkembangan lebih luas maka harus kita kuasai, sehingga anak-anak itu harus mulai mengenal itu sejak dini” imbuhnya.

“Indonesia saat ini membutuhkan informasi dan teknologi, sehingga kurikulumnya juga harus berbasis IT, dalam hal ini juga tidak mengesampingkan akhlak, karakter, dan perilaku yang sesuai dengan kearifan lokal. Sehingga anak-anak harus kita persiapkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” jelas Lismawati. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *