Warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung menghadapi krisis air bersih setelah terjadi longsor saat hujan deras. Longsor juga sempat menimpa rumah warga meski tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini diduga terjadi lantaran aktivitas disposal material proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di area perbukitan yang mulanya stabil. Selain itu juga pembangunan Jalur Lintas Selatan yang memotong lereng dan bukit di sekitar desa, diduga menjadi penyebab utama terganggunya aliran air bawah tanah.
Kepala Dusun Kuningan Desa Ngrejo, Radid Setia Ananta menyatakan jika kawasan perbukitan ini merupakan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, seperti tersedianya air untuk kebutuhan rumah tangga bahkan pertanian. Selain itu pekarangan yang dulunya produktif sekarang sudah tidak lagi lantaran terdampak longsor. Ia menambahkan, meski sudah ada upaya namun masih belum bisa menanggulangi bencana. Warga meminta agar pelaksana proyek JLS dan pihak terkait segera melakukan evaluasi dampak lingkungan serta merancang pemulihan kawasan resapan air.
“Mulanya ini nggak pernah longsor meski hujan, tapi semenjak adanya pekerjaan JLS dan mungkin karena disposal material kearah pemukiman sini, akhirnya longsor,” ujar Radid.
“Dulunya ini kawasan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang diambil sumber airnya untuk kebutuhan warga,” imbuhnya.
Deddy E Purnama, Camat Tanggunggunung menanggapi hal tersebut. Pihak pemerintah desa sudah berupaya untuk mengkoordinasikan kondisi ini kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas PUPR bahkan pelaksana jasa konstruksi. Ia berharap agar pihak pelaksana segera melakukan komunikasi dan koordinasi secara langsung kepada warga agar timbul kepercayaan dalam menangani disposal.
“Ya nanti itu akan kami komunikasikan, menyampaikan aspirasi warga Desa Ngrejo tentang dampak pembangunan JLS, kami hanya bisa membantu untuk berkomunikasi bagaimana aman dan nyamannya warga,” jelas Deddy.
“kami juga berharap pihak pengelola untuk melakukan koordinasi langsung kepada masyarakat agar timbul kepercayaan dalam penanganan disposal,” imbuhnya. Warga dihimbau untuk mewaspadai dan segera berkoordinasi dengan pihak desa untuk menghindari potensi bencana longsor terjadi kembali. (ags)
