Polres Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar sukses melaksanakan panen benih jagung Bhayangkara di lahan pertanian Polres Blitar pada Kamis (5/6) sekaligus penyerahan bantuan benih Bhayangkara dan bantuan Alsintan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia kepada Kelompok Tani Kabupaten Blitar. Benih jagung Bhayangkara merupakan jenis benih Hibrida F1 Varietas TKS 234 dengan beberapa keunggulan diantaranya ketahanan akar dan kerebahan batang sekaligus toleran terhadap penyakit.
Wakapolres Blitar, Kompol Fadillah Langko Kasim Panara menyatakan, benih jagung Bhayangkara merupakan hasil panen di lahan pertanian Polres Blitar seluas 0,7 hektare dan menghasilkan 1,5 ton benih jagung. Dari 1,5 ton benih ini, diharapkan akan bisa memenuhi masa tanam jagung diberbagai daerah di Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Blitar yang dapat ditanam di lahan seluas 100 hektare dan dapat menghasilkan 12 ton per hektare.
“Benih jagung Bhayangkara ini merupakan hasil kolaborasi dari Polres Blitar dengan CV Langbuana yang fokus menyiapkan bibit-bibit benih Bhayangkara yang kami tanam di lahan seluas 0,7 hektare menghasilkan 1,5 ton benih jagung yang nantinya akan ditanam lagi dilahan 100 hektare dan diharapkan bisa mneghasilkan 12 ton/hektare,” jelas Fadillah.
Direktur CV Langbuana, Bambang Setyawan memamparkan ciri-ciri benih jagung yang berkualitas baik bisa dilihat secara fisik yakni padat berwarna merah. Ia menambahkan jika benih yang dipanen saat itu akan melalui berbagai proses hingga siap dikemas dan didistribusikan pada petani.
“Ini adalah calon benih Bhayangkara yang padat dan warnanya merah nanti pasti menghasilkan benih varietas yang bagus, setelah itu akan kita proses sehingga kita kemas 1 kilogram, setelah dari F1 baru ditanam dan menhasilkan benih F1 yang seperti ini,” papar Bambang.
“Diharapkan dalam 1 hektare dapat menghasilkan 12 ton,” imbuhnya.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 berpusat di Kabupaten Bekayang, Kalimantan Barat. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan bahwa sinergitas semua unsur dari pemerinta hingga masyarakat membuat produksi pangan dapat meningkat secara signifikan. Dikuartal pertama pada tahun ini saja mengalami peningkatan sebanyak 50 persen sehingga ia optimis cita-cita Indonesia dalam mewujudkan swasembada jagung dapat terpenuhi dalam waktu singkat. Menurutnya selain karena sinergitas pemilihan benih jagung lokal yang berkualitas juga menentukan keberhasilan panen raya kali ini.
“Dengan sinergitas semua unsur, kita produksi pangan kita sangat meningkat luar biasa, tahun ini saja kuartal pertama meningkat sekitar 50 persen, jadi cita-cita kita dalam mewujudkan swasembada jagung tidak sampai 2 tahun sudah terwujud,” papar Prabowo.
“Benihnya juga benih kita varietas yang bagus, pupuknya juga banyak yang organik jadi kita sangat optimis,” imbuhya. (and)
