Sujito, pria yang lahir pada tahun 1957 silam masih eksis dengan kesehariannya sebagai penjual es degan yang berlokasi Jalan Raya Surabaya-Madiun Desa Ngrajek, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Sujito merupakan salah satu dari banyaknya pelaku usaha yang terdampak covid 19, namun beruntung ia tetap bertahan meski banyak usaha yang tumbang saat itu.
Es degannya dibanderol dengan harga 4 ribu rupiah. Tak hanya es degan saja, ia juga menjual aneka gorengan dengan harga yang sangat terjangkau, yakni 500 rupiah.
Sujito berjualan di lahan ukuran 5×5 meter dengan bangunan semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu. Meski dengan kondisi seadanya namun banyak pelanggan yang setia mampir. Tak hanya dari Nganjuk pelanggan es degan Sujito juga dari luar kota, seperti Madiun, Jombang, dan Kediri. Letak warungnya yang sangat strategis dan mudah ditemukan membuat para pelanggan terkadang mampir untuk beristirahat sejenak sembari menikmati es degan yang segar untuk kemudian melanjutkan perjalanannya kembali.
Salah satu pelanggan asal Nganjuk, Trimawan menyatakan jika ia berlangganan es degan Sujito sejak tahun 2001 ketika harga es degan masih seribu rupiah. Menurutnya, es degan Sujito selain murah juga menggunakan gula asli. Lokasinya yang berada di tepi persawahan menciptakan nuansa yang sejuk sembari menikmati kesegaran dari es degan.
“Sudah lama sekali, saya itu kesini mulai harga seribu di tahun 2001, yang pertama jelas rasanya karena gulanya asli kemudian juga harganya lebih terjangkau daripada yang lain karena hanya 4 ribu, sedangkan yang lain biasanya 6 ribu,” papar Trimawan.
Pemilik warung es degan, Sujito menyatakan jika ia mulai berjualan sejak tahun 1980-an. Meski begitu ia tetap mempertahankan kondisi warungnya lantaran ia memilki alasan tersendiri. Selain karena lokasi yang jauh dari pemukiman, ia juga memiliki ketakukan jika direnovasi menjadi bangunan yang kokoh akan ada banyak orang yang berniat jahat terhadapnya.
“Saya jualan es sejak 1980. Tidak dibangun karena berada di tengah persawahan mas, kalau bagus saya takut dijarah orang,” jelas Sujito. (gnd)
