Rekaman video amatir memperlihatkan warga mengerumuni tempat ditemukannya jenazah. Kejadian ini sempat menggerkan warga, lantaran korban ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa di aliran parit yang tidak jauh dari rumahnya. Diketahui korban berjenis kelamin laki-laki bernama Saparoedin (61).
Korban pertama kali ditemukan oleh Yami, tetangga korban yang saat itu hendak membuang sampah. Ia melihat tubuh korban tergeletak di aliran parit. Setelah memastikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, Yami segera meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa serta pihak kepolisian.
Kapolsek Nglegok beserta tim dari Satreskrim Polres Blitar Kota langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dari tim medis menunjukkan adanya luka gores dibagian belakang kepala yang diduga akibat benturan dengan batu di aliran parit.
Saat ditemukan korban mengenakan baju hijau tua dan celana pendek hitam. Dari saku celananya petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai 100 ribu rupiah dan sebuah korek api.
Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung selama 3 tahun terakhir. Keluarga juga mengungkapkan bahwa korban mengalami pembengkakan pada kedua kakinya sejak 3 hari sebelumnya.
“Bermula dari saksi yang ingin membuang sampah kemudian di sekitar parit, saksi melihat korban sudah tergeletak. Setelah mencoba didekati ternyata korban sudah tidak bernyawa sehingga saksi langsung meminta tolong dan melaporkan ke perangkat desa kemudian diteruskan ke kepolisian” papar Samsul.
“Untuk dugaan sementara korban punya riwayat penyakit paru yang sudah dideritanya selama 3 tahun dan kondisi kakinya sudah membengkak selama 3 hari terakhir” imbuhnya.
Rutinitas korban yang sering buang air di sekitar aliran parit tersebut diduga menjadi penyebab korban terpeleset dan terbentur batu. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah pun langsung dimakamkan setelah semua prosedur kepolisian selesai dilakukan. (okt)
