MADIUN – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru di Kota Madiun pada Kamis (3/7) guna memastikan kesiapan pabrik untuk mendukung program swasembada gula yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengevaluasi dan mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional. Hal ini dinilai strategis setelah Indonesia hampir berhasil mencapai swasembada beras. Dalam kunjungan ini dilakukan pembahasan lebih dalam mengenai tebu dan gula.
Wali Kota Madiun, Maidi yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi untuk mendukung target nasional swasembada gula. Selain melihat kesiapan teknis, Komisi IV DPR RI juga menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi pabrik sekaligus para petani tebu dalam rangka mempercepat produksi gula dalam negeri.
Abdul Kharis, Ketua Tim Komisi IV DPR RI menegaskan semua masukan yang didapatkan secara langsung permasalahan di lapangan seperti harga jual serta akses teknologi akan dibawanya ke parlemen untuk mencari solusi terbaik.
“Kami baru datang hari ini dan mendapat gambaran yang nanti akan kita lihat, dalam kesempatan ini kita akan membahas lebih jauh tentang masalah perkebunan, setelah berfokus pada beras yang hampir swasembada pangan, kita akan menyusun pembahasan selanjutnya soal perkebunan terutama untuk mewujudkan swasembada gula,” papar Abdul Kharis.
Anggota Komisi IV DPR RI, Guntur Sasono mengatakan PG Rejo Agung Baru masih memiliki beberapa tantangan teknis terutama terkait kapasitas produksi dan kinerja mesin. Meski demikian target swasembada gula harus terus didorong agar tercapai sesuai rencana pemerintah.
“Tindak lanjutnya tadi kita bahas meski singkat yakni masalah-masalah yang mendasar, nanti aka nada tindakan uji kami undang Komisi IV DPR RI. dan ditemukan kondisi mesin pabrik yang sudah lama, biaya pemeliharaan yang mahal, petani jumlah panennya terus turun karena bibit yang telah digunakan sebanyak lima kali juga masih digunakan,” ungkap Guntur.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas lembaga demi mewujudkan swasembada gula di Indonesia serta upaya pemerintah dalam mengevaluasi dan mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional. (ari)
