NGANJUK – Puluhan warga Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Nganjuk dengan mengendarai motor bahkan berjalan kaki menggeruduk lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yakni di lapangan desa setempat. Menurut warga lapangan tersebut berfungsi sebagai sarana umum untuk berolah raga dan kepentingan masyarakat lain bukan untuk mendirikan bangunan, sehingga harus dipertahankan sebagaimana mestinya.
Aksi penolakan berlanjut menuju Balai Desa Sonoageng yang disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Koordinator Aksi, Hadi menegaskan bahwa warga sebetulnya mendukung penuh program pemerintah pusat, namun pemilihan lokasi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih didesanya dianggap tidak tepat.
“Kami tidak setuju kalau pembangunan Koperasi Desa Merah putih harus dilapangan, karena itu untuk fasilitas umum yang biasanya digunakan untuk anak-anak sekolah berolah raga bahkan masyarakat,” ungkap Hadi.
“Kami menuntut 1 poin saja yaitu jangan sampai melakukan pembangunan di lapangan,” imbuhnya.
Kepala Desa Sonoageng, Suharto menjelaskan bahwa lapangan desa tersebut dipilih menjadi lokasi pembangunan, karena dianggap strategis atau mudah dijangkau oleh masyarakat sesuai dengan tujuan program tersebut. Namun dengan penolakan masyarakat ia mengaku telah menentukan 2 titik lokasi yang dinilai strategis dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait. Ia menampik adanya informasi yang menyebutkan bahwa warga tak diajak diskusi dalam penentuan lokasi.
“Dengan dibangunnya (KDMP) di lapangan, ternyata dari sebagian masyarakat tidak bisa menerima meski dari beberapa RT saya undang untuk sosialisasi, akhirnya nanti saya alihkan ke 2 titik lokasi yang juga strategis,” jelas Suharto.
“Maksud saya membangun di lapangan karena ini untuk program strategis yang tentu mudah dijangkau oleh masyarakat dan mempermudah pelayanan masyarakat,” tambahnya.
“Saya selalu mengadakan diskusi untuk penetapan dan keputusan lain, cuma memang ada beberapa usulan dari tokoh masyarakat untuk menggunakan lapangan karena dianggap strategis, namun memang tidak semua setuju,” tegasnya.
Aksi tersebut berjalan kondusif karena mendapatkan pengawal ketat dari Polsek Prambon. Pihak Pemerintah Desa Sonoageng menegaskan bahwa tidak akan mempersulit masyarakat mengingat Program Koperasi Desa Merah Putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.(gnd)
