NGANJUK – Pemerintah Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom Nganjuk menyambut baik langkah Dinas Pertanian dalam kegiatan normalisasi saluran tersier yang berada di seluruh wilayah di Kabupaten Nganjuk. Berkolaborasi dengan beberapa pihak lintas sektor yang bertujuan untuk optimalisasi terlaksananya swasembada pangan.
Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prastiono mengatakan bahwa dalam situasi MT-3 saat ini jalur tersier telah mengalami pendangkalan lantaran penumpukan sendimen yang terjadi setiap tahun. Dengan menggunakan Anggaran Dana Desa pihaknya berharap hasil pertanian yang optimal dari total area persawahan seluas 360 hektar ini mampu mencukupi ketahanan pangan di Wilayah Nganjuk.
“Kegiatan normalisasi jaringan tersier itu memang sangat dibutuhkan untuk kelancaran irigasi di desa, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian khususnya kepada pimpinan daerah,” ungkap Sentot.
“Jadi memang di MT 3 seperti ini biasanya jaringan irigasi tersier telah mengalami pendangkalan sehingga sangat dibutuhkan untuk normalisasi,” imbuhnya.
Dwi Aji Pangastuti, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Tanjunganom menyatakan bahwa kegiatan tersebut menggandeng sejumlah pihak salah satunya kelompok tani setempat.
“Kegiatan ini dinamakan Germanosate yaitu gerakan massal normalisasi saluran tersier yang melibatkan kelompok tani, PPL, pihak kecamatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat desa,” jelas Dwi.
Dedy Wahyu Mulyono Perwakilan Kecamatan Tanjunganom menyatakan setuju dengan program ini. Meski begitu ia berharap program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi agar proses kegiatan pertanian berjalan lancar dan menghasilkan panen yang berkualitas.
“Program ini kalau bisa berkelanjutan jangan hanya sesaat aja dalam arti kalau musim hujan berkelanjutan aja meskipun itu musim kemarau, tetap it uterus dilakukan normalisasi dikala musim penghujan aliran bisa berjalan lancar,” ungkap Dedy. (gnd)
