🔴 LIVE Now Streaming: —

Mendapat Ancaman Usai Kritik Program Bedah Rumah, Mantan Relawan Bupati Lapor Polisi

NGANJUK – Mendapatkan pesan pelecehan dan ancaman melalui akun media sosial Whatsapp, Murjito (65) warga Desa Buduran, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sekaligus mantan relawan Bupati Nganjuk saat Pilkada melaporkan D-S, pria asal Warujayeng Kecamatan Tanjunganom ke Mapolres Nganjuk pada Kamis (14/8). Laporan resmi ia ajukan beserta dua bukti pesan suara yang telah dikirim melalui nomor Whatsapp pribadinya.  

Kepada awak media, Murjito juga menunjukkan pesan suara yang dimaksud. Pesan tersebut berisi penghinaan dan ancaman menggunakan senjata tajam yang dikirim D-S pada Senin (11/8) pukul 23.00 WIB. Ancaman ini berawal ketika Murjito menulis komentar terkait transparansi program bedah rumah disebuah grup Whatsapp. Kemudian berlanjut berkomentar di media sosial yang mengunggah kedatangan bupati di salah satu warga penerima bedah rumah. Menurutnya hal ini adalah hal yang wajar.

“Diawali dari saya menulis di grup (WhatsApp) menanggapi transparansi penerima bedah rumah kemudian dijawab bahwa masih menunggu anggaran,” jelas Murjito.

“Kemudian kedua saya menuliskan komentar pada salah satu unggahan yang menampilkan bahwa salah satu penerima bantuan bedah rumah didatangi oleh Bupati Nganjuk, saya tulis mantap jan joss,” tambahnya.

Bukti pelaporan telah diterima Mapolres Nganjuk dengan Nomor Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Masyarakat / STTLPM / 172.Satreskrim / VIII / 2025 / S-P-K-Tpolresnganjuk yang tertanggal 14 agustus 2025. (gnd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *