BLITAR – Warga Kota Blitar kembali keluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji dalam beberapa minggu terakhir. Yuda, salah satu warga Kota Blitar menyebutkan jika dirinya sulit mendapatkan gas elpiji sejak 3 hari yang lalu. Sulitnya mendapat gas tabung melon ini membuat sebagian masyarakat harus menghemat penggunaan untuk keperluan sehari-hari.
“3 harian ini sempat langka jadi susah carinya. Kalau dipangkalan belum sempat cari tapi kalau ditoko yang jual eceran itu susah sekarang,” ungkap Yuda.
Sementara itu pengiriman stok dipangkalan gas elpiji di Kota Blitar dikatakan masih tepat waktu. Suparti, pemilik pangkalan gas elpiji di jalan Wr. Supratman Kota Blitar mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pengiriman selama ini. Namun permintaan gas elpiji terus meningkat. Selang beberapa jam kedatangan gas elpiji oleh agen bisa langsung habis diserbu pembeli. Bahkan diketahui jika sejumlah pembeli berasal dari luar cakupan wilayah penjualannya.
“Kalau datangnya seperti biasa tapi yang beli itu banyak. Kedatangan gas seminggu 3 kali tapi kok yang beli banyak, tidak seperti biasanya, bahkan tidak hanya dari sekitar saja. Beberapa hari terakhir yang beli dari luar wilayah,” ungkap Suparti.
“Jumlah kedatangan gas sekitar 40 sampai 47 tabung namun selalu 40 tabung keatas,”imbuhnya.
Meski begitu hingga saat ini harga gas elpiji di kota blitar cenderung masih stabil. Harga tukar gas epliji di pangkalan dan pengecer berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 21.000 per tabung. (okt)
