BLITAR – Dalam puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-701 pemerintah kabupaten menggelar pertunjukan wayang semalam suntuk bersama dalang kelahiran Blitar yakni Ki Anom Dwijo Kangko dengan lakon “Narayana Madeg Ratu” di halaman Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro Blitar pada Selasa malam (5/8).
Sebelum pertunjukan wayang masyarakat yang tumpah ruah memadati halaman di suguhkan dengan pertunjukan drama yang diperankan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Blitar beserta jajaran forkopimda dengan tajuk Dramasoka “Pendekar Caping Gunung “. Selain itu pemain pendukung seperti Cak Percil CS menambah riuh suasana malam puncak perayaan tersebut.
Bupati blitar, Rijanto yang memerankan seorang resi menyatakan bahwa makna lakon ini yakni menggambarkan tentang pilihan hidup yang harus ditetapkan oleh seseorang. Dirinya sebagai resi menggambarkan tugasnya saat ini sebagai pemimpin yakni bupati mengharapkan agar orang-orang yang berada dibawahnya dapat terdidik menjadi pemimpin yang bertanggung jawab serta mampu mengemban tugas yang ia berikan yakni sebagai pelayan masyarakat dan tentunya membangun pemerintah yang bersih dan berwibawa.
“Tadi cerita yang cukup bagus dan Alhamdulillah berakhir dengan baik. Harapannya dengan adanya siswa-siswa yang belajar di Padepokan Karanggayam menjadi pemimpin-pemimpin yang bisa menjadi pelayan masyarakat dan tentunya membangun kerajaan yang bersih dan berwibawa,” ungkap Rijanto.
“Dan tentunya dengan semangat hari jadi Kabupaten Blitar dan Proklamasi Kemerdekaan kita lebih mempererat seangat gotong royong untuk membangun Blitar yang Digdaya dan Jaya Linuwih,” terangnya.
Semakin malam antusiasme masyarakat semakin memuncak dengan adanya pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Diharapkan dengan hiburan ini para jajaran forkopimda dan OPD di lingkup Pemerintahan Kabupaten Blitar serta masyarakat tak hanya menjadikannya sebagai hiburan namun dapat mengambil makna dari setiap lakon yang disuguhkan untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang berjaya dan berdaya.
