PROBOLINGGO – Ribuan warga tumpah ruah di pantai Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti prosesi sakral tahunan Petik Laut. Sebuah tradisi adat nelayan yang sarat makna spiritual dan budaya. Puluhan kapal nelayan dihiasi dengan berbagai bendera warna-warni serta iringan musik menambah nuansa kesakralan prosesi ini.
Terdapat perahu kecil yang di dalamnya terdapat sesajen hasil bumi seperti kepala sapi, aneka buah hingga makanan tradisional yang secara simbolis dilarung ke tengah laut oleh Kepala Desa Karanganyar. Prosesi dilakukan dengan penuh khidmat diiringi puluhan perahu nelayan yang membentuk konvoi mengawal perahu kecil berisi sesajen. Tradisi ini tak hanya menjadi bentuk syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil laut tetapi juga sebagai simbol penghormatan untuk laut sebagai sumber kehidupan.
Lutfi, panitia petik laut menyampaikan rasa bahagia melihat antusiasme warga sekaligus mengapresiasi kehadiran para warga yang memadati area pesisir pantai tersebut. Ia menambahkan bahwa prosesi ini bukan sekedar ritual namun juga warisan budaya, simbol persatuan dan salah satu wujud merawat tradisi yang turun-temurun. Kehadiran para pemimpin daerah dan para tokoh partai politik menjadi semangat baru bagi masyarakat setempat.
“Digelarnya Petik Laut supaya warga Karanganyar aman dan nyaman, ini digelar setiap tahun dan menjadi rutinitas warga setempat, kami berharap dengan diadakannya acara ini tangkapan nelayan bisa melimpah,” papar Lutfi.
Petik laut bukan hanya tentang budaya tapi juga membangun identitas lokal yang menyatu dengan alam dan masyarakat. Ditengah modernisasi, Desa Karanganyar menunjukkan bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan kemajuan zaman. (ags)
